Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pria Kapuas Hulu Berfoto Bersama Pasien COVID-19, Gubernur Kalbar: Kita Sanksi

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi corona. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi corona. Foto: Shutterstock

Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, sangat menyayangkan tindakan seorang pria berinisial R, di Kapuas Hulu, yang nekat berfoto bersama pasien kasus COVID-19 di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu.

Sutarmidji menegaskan, petugas akan menjemput R, dan akan memberikan sanksi, karena sudah memberi contoh yang tidak baik. “Kita akan beri sanksi sesuai Pergub, dan harus langsung diswab serta diisolasi ,” ucapnya.

Sebelumnya beredar foto seorang pria yang warga Badau ini, berfoto bersama pasien COVID-19. Ia mengaku tidak percaya dengan adanya virus tersebut. R menilai bahwa warga yang telah dinyatakan positif COVID-19 masih dalam keadaan sehat-sehat saja.

R menganggap, dengan adanya warga yang dinyatakan positif COVID-19 di daerah Badau tersebut, sangat berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat dari berbagai bidang.

instagram embed

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson berang terhadap tindakan R, yang berfoto dengan pasien kasus COVID-19 di Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Ia menegaskan, R akan dikenakan sanksi, karena ia melanggar disiplin pelaksanaaan protokol kesehatan.

Harisson menambahkan, R akan ditindak oleh Satgas Kabupaten Kapuas Hulu, dan akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 57 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Bukan saatnya untuk gagah-gagahan, dan numpang ngetop dengan berfoto bersama pasien positif COVID-19,” ucapnya.

“Bisa saja kalau R ini tertular dengan gejala asimtomatik atau tanpa gejala. Tapi tolong pikirkan orang yang rentan, yang merupakan keluarganya, atau malah masyarakat di sekitarnya, atau tetangganya, yang akan ikut tertular, karena mereka yang akan mempunyai risiko lebih berat atau fatal,” ujar Kadis kesehatan Provinsi Kalbar dengan nada geram.

Saat ini diketahui bahwa istrinya juga sedang hamil, dan dia memiliki seorang anak kecil, serta di rumahnya juga terdapat orang tuanya yang sedang sakit-sakitan.

“Ini semua adalah orang-orang yang rentan, dan bila tertularm bisa saja akan berakibat fatal” ujar Harisson.

Ia meminta Satgas Kecamatan dan Kabupaten Kapuas Hulu untuk tidak diam, dan segera menindak R. “Cepat ambil tindakan terhadap orang yang bersangkutan, dari pada nanti membahayakan masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.