Kumparan Logo
Konten Media Partner

PT Peniti Sungai Purun Beralih Gunakan Listrik PLN

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi penyalaan listrik PLN di PT Peniti Sungai Purun. Foto: Dok. PLN Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi penyalaan listrik PLN di PT Peniti Sungai Purun. Foto: Dok. PLN Kalbar

Hi!Mempawah - Guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha, PT Peniti Sungai Purun beralih menggunakan listrik PLN dengan layanan premium dengan kapasitas 2.180 kVA. Selebrasi penyalaan dilaksanakan di lokasi pabrik Jalan Raya Wajok Hilir, Rabu, 9 Juni 2021.

Perusahaan Agriculture pengolahan kelapa sawit yang mulai beroperasi sejak tahun 2017 ini sebelumnya menggunakan mesin pembangkit sendiri (captive power) berkapasitas 3,5 MW berbahan bakar cangkang sawit.

Head Mill Operation PT Peniti Sungai Purun, David Okky Kosasih, mengatakan produktivitas usaha yang terus meningkat tentunya membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar, dan PLN bersedia untuk memenuhi kebutuhan listriknya.

"Menggunakan listrik PLN tentunya akan mendorong produktivitas usaha yang kami jalankan. Proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien," ungkap David.

David juga mengatakan, sebelum menggunakan listrik PLN, pihaknya harus mengeluarkan biaya perawatan dan perbaikan mesin pembangkit sekitar Rp 500 juta-an per tahun. Di samping biaya operasional yang juga mahal.

Apalagi saat ini cangkang sawit harganya naik dan sulit untuk didapatkan. Sehingga biaya operasional jadi semakin meningkat.

Selebrasi penyalaan listrik PLN di PT Peniti Sungai Purun. Foto: Dok. PLN Kalbar

"Dengan menggunakan listrik PLN, biaya produksi kami jadi jauh menurun dan lebih efisien sehingga Kami berharap usaha yang kami jalankan dapat terus berkembang dan dapat melakukan ekspansi ke usaha lainnya," kata David bersemangat.

Sementara itu, General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan bisnis dan usaha agriculture di Kalimantan Barat, dengan menjaga keandalan pasokan listrik.

Menurutnya, saat ini kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat khususnya di sistem Khatulistiwa dalam kondisi yang sangat kondusif. Di mana daya mampu pembangkit saat ini sebesar 568 MW, sedangkan beban tertinggi kebutuhan listrik masyarakat berkisar 385 MW, artinya PLN memiliki spare daya listrik sebesar 183 MW.

Dengan kelebihan daya listrik yang dimiliki PLN Kalbar saat ini, serta kualitas layanan yang baik, maka para pelaku bisnis dan usaha dapat terus meningkatkan produktivitas usahanya dengan aman dan nyaman.

"Kami berharap para pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan usahanya, biar kami yang urus listriknya," pungkas Ari.