Puluhan Anak di Ketapang Keracunan Makanan Usai Hadiri Acara Ulang Tahun

Konten Media Partner
14 November 2022 19:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Image/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Image/kumparan
ADVERTISEMENT
Hi!Ketapang - Puluhan anak Desa Kali Nilam, Delta Pawan, dilarikan ke rumah sakit Agoesdjam Ketapang, karena diduga keracunan makanan, Minggu, 13 November 2022. Tak hanya anak-anak, sejumlah orang tua juga mengalami gejala mual dan muntah.
ADVERTISEMENT
Gejala itu muncul setelah mereka menyantap hidangan pada acara ulang tahun di Desa Kali Nilam. Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, mengatakan, para pasien masuk ke instalasi gawat darurat rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB.
"Mereka masuknya beruntun, dengan kondisi mual, ada juga muntah-muntah. Lebih banyak anak-anak, tapi yang dewasa juga ada," katanya, Senin, 14 November 2022.
Feria melanjutkan, sejumlah pasien yang telah mendapatkan perawatan medis, langsung diperbolehkan pulang. Namun ada juga pasien yang sempat dirawat inap.
"Yang sudah membaik, pulangnya tadi pagi, yang rawat inap ada beberapa. Saya mendapat laporan kondisinya membaik," tuturnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Khairul Bahri Tambunan, mengatakan, tak hanya di rumah sakit Agoesdjam, pasien yang diduga keracunan makanan itu juga dirawat di rumah sakit swasta.
ADVERTISEMENT
"Di rumah sakit Agoesdjam kita dapat data dari tadi malam jumlahnya 28 orang, di rumah sakit Fatima jumlahnya saya belum dapat laporan, di rumah sakit Fatima ada juga," katanya.
Guna memastikan penyebab kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang akan melakukan uji sampel di Labkesda milik Pemda setempat dan juga bakal mengirim sampel makanan untuk dilakukan tes laboratorium di Kota Pontianak.
"Sampel sudah kita ambil, berupa makanan dengan lauk pauknya, kemudian ada juga snack. Ini sampel, sudah kita amankan. Kita masukkan cool boks. Rencana kita kirim ke BPOM, ataupun ke Labkesda Provinsi," paparnya.
Khairul menambahkan, kejadian dugaan keracunan makanan ini menjadi kasus yang kedua sejak ia bertugas di Dinas Kesehatan. "Waktu itu di Hulu Sungai keracunan sosis. Waktu itu mereka di rawat di Sandai. Ada belasan orang," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020