kumparan
11 November 2019 10:45

Riding dengan Komunitas Motor di Sintang, Jarot Promosikan Bukit Kelam

Jarot terlihat gagah menunggangi motor Yamaha R25 250 CC lengkap dengan helm standar. Foto: Dok Anwar Kasra
Hi!Pontianak - Bupati Sintang Jarot Winarno dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan anak muda. Semua kegiatan positif anak muda, selalu didukung oleh Bupati berlatar belakang dokter ini.
ADVERTISEMENT
Seperti yang dilakukannya pada Minggu, (10/11). Disela kesibukannya, Jarot ikut riding bersama komunitas Black Motor Comunity (BMC).
Riding tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Kopdar Gabungan Black Motor Community Kalimantan barat dan Anniversary BMC ke-5 Chapter Sintang. Jarot dan rombongan riding dari Pendopo Bupati Sintang menuju kediaman pribadinya di Rumah Kopi, Kecamatan Kelam Permai.
Bupati Sintang Jarot Winarno riding dengan komunitas motor dari Sintang ke Kecamatan Kelam Permai. Foto: Dok Anwar Kasra
Jarot terlihat gagah menunggangi motor Yamaha R25 250 CC lengkap dengan helm standar. Ia berkendara paling depan bersama sejumlah anggota komunitas lainnya.
Ketika di tiba Rumah Kopi dan berbincang bersama, Jarot menyampaikan bahwa Bukit Kelam merupakan ikon utama Sintang. Bukit Kelam merupakan salah satu batu monolit terbesar di dunia.
“Batu monolit di dunia ini hanya tiga. Yakni di Ayer Rock Australia, Mauritius dan Bukit Kelam, Sintang. Jadi, kami sangat bangga dengan Bukit Kelam ini,” beber Jarot.
ADVERTISEMENT
Nanti, kata Jarot, sekitar tanggal 20-an November dirinya akan meresmikan Via Verata di Bukit Kelam. Via Verata adalah jalur rock climbing yang baru dibuat. “Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang membuatnya, namun tanggal peresmiannya belum dipastikan,” jelasnya.
Saat pertemuan dengan komunitas motor, Jarot berkesempatan mempromosikan objek wisata Bukit Kelam dan Ensaid Panjang. Foto: Dok Anwar Kasra
Jarot menyampaikan, Taman Wisata Alam Gunung Kelam juga sering menang dalam expo disejumlah daerah. Karena menawarkan banyak hal, diantaranya pemandangan alam, kearifakan lokal masyarakat setempat, wisata rohani serta Rumah Betang Ensaid Panjang.
“Rumah Betang tersebut menggabungkan kultur yang masih tradisional dengan sentuhan produk-produk masyarakat yang tinggal di tempat itu. Jadi, di pelataran rumah betang mereka membuat kain tenun dengan sentuhan alam. Yakni menggunakan pewarna alami,” katanya.
Kemudian, pada tanggal 6 Desember mendatang dirinya akan persentasi mengenai Ensaid Penjang dan pewarna alami kain tenun masyarakat setempat di Madrid, Spanyol. “Mereka mau lihat, kok masyarakat mau menjaga kawasan hutan. Rupaya, untuk pewarna alami kain tenun,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan