Konten Media Partner
Ruang Tumbuh Anak Muda Warnai Catholic Youth Fest KAP 2025 di Pontianak
9 November 2025 11:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Ruang Tumbuh Anak Muda Warnai Catholic Youth Fest KAP 2025 di Pontianak
Catholic Youth Fest menjadi ruang tumbuh bagi kaum muda Katolik untuk terlibat aktif dalam pelayanan gereja maupun masyarakat. #publisherstory #hipontianakHiPontianak

ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak – Catholic Youth Fest Keuskupan Agung Pontianak (KAP) menghadirkan semangat baru bagi kaum muda Katolik untuk berkarya dan berbagi harapan. Acara yang berlangsung di Rumah Radakng, Pontianak pada tanggal 8–9 November 2025 ini menjadi wadah ekspresi bagi mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
Ketua Panitia Catholic Youth Fest KAP, Eko Ricardo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Katalitas 2025 yang menampilkan berbagai agenda menarik dan terbuka untuk umum.
“Hari pertama diisi dengan panwity, panggung inspirasi, dan festival malam Minggu yang menampilkan pentas seni dari KMK dan BEM di Pontianak. Malam puncak besok akan dimulai dengan misa dan penampilan spesial dari sejumlah peserta,” kata Eko.
Eko menambahkan, Catholic Youth Fest mengusung tema tentang persatuan dan keterbukaan.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum, tetapi menjadi ruang utama bagi mahasiswa Katolik untuk menampilkan bakat serta memberikan pelayanan kepada gereja dan keuskupan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pastor Gregorius Kukuh Nugroho CM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi simbol harapan dan ruang tumbuh bagi kaum muda.
ADVERTISEMENT
“Semua yang mengurus kegiatan ini adalah anak muda. Kami ingin memberi ruang tunggu bagi mahasiswa agar mereka bisa tumbuh bersama dan memiliki harapan. Ini bukan hanya untuk Katolik, tapi juga bersifat inklusif,” jelasnya.
Pastor Kukuh juga menekankan pentingnya semangat pelayanan dalam diri generasi muda. Ia berharap Catholic Youth Fest dapat menginspirasi anak muda untuk terlibat aktif dalam pelayanan gereja maupun masyarakat.
“Saya yakin banyak anak muda Katolik di sini yang punya panggilan khusus, entah jadi imam, suster, atau guru. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar memberi dan melayani dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Penulis: Uray Ega
