Rumah di Pontianak Timur Hancur Ditabrak Tongkang

Hi!Pontianak - Sebuah tongkang yang hanyut ke tepian Sungai Kapuas, menghantam sebuah rumah yang berada di Jalan Tanjung Harapan, Gang Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Sabtu (27/4).
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 13.00 WIB. Kapal yang dikemudikan Edi saat itu membawa sebuah tongkang. Dalam perjalanan menuju daerah Desa Kapur secara tiba-tiba mesin kapal mati mendadak. Kondisi cuaca yang hujan disertai angin kencang, membuat tongkang yang berada di belakang kapal tersebut, terbawa arus hingga ke tepi sungai dan menghantam keras rumah seorang warga.
ABK Kapal TB Cahaya Mas II, Edi, mengatakan jika dirinya dan satu orang temannya membawa kapal dan tongkang tersebut dari Batu Layang untuk naik dok ke daerah Desa Kapur.
“Tiba-tiba mesin kapal mati. Saat mesin kapal mati, kita langsung ke bawah kapal, untuk cek mesin. Saat itu hujan dan angin kencang, sehingga tongkang terbawa angin ke tepi. Bagian belakang kiri kapal menghantam rumah, dan depannya menabrak keramba,” ungkap Edi.
Tongkang menabrak sebuah rumah warga yang bernama Beni. Pada saat itu, Beni memang sedang tidak berada di rumah. Tetapi dia mengatakan, bahwa pada saat kejadian istri dan dua anaknya yang masih balita, sedang berada di dalam rumah.
"Saat kejadian istri saya itu sedang salat, dan anak saya sedang tidur. Saat kejadian tersebut istri dan anak langsung terjatuh, karena rumah sudah miring, dan tertimpa atap rumah,” kata Edi.
Edi merasa beruntung, saat kejadian tersebut air sungai sedang tidak pasang. Karena jika air pasang, anak dan istrinya sudah terjatuh ke dalam sungai. “Itu saja sudah basah. Apalagi jika air sedang pasang. Semua barang-barang di dalam rumah juga sudah rusak, seperti televisi, kulkas, dan lain sebagainya,” ungkap Edi.
Saksi mata yang melihat kejadian tersebut mengatakan, saat itu memang sedang turun hujan dan angin kencang. Tiba-tiba tongkang yang dari tengah sungai hanyut ke tepi, dan menghantam rumah milik Beni.
“Saya sedang bekerja membuat pintu di rumah saya, tiba-tiba saya lihat rumah adik saya itu di hantam tongkang dan roboh. Tidak pikir panjang, saya langsung berlari ke sana untuk menyelamatkan keponakan saya itu, dan istri adik saya. Saya teriak-teriak tapi tidak ada suara di dalam rumah itu. Kemudian saya pinggirkan seng dan reruntuhan itu, dan langsung selamatkan keponakan saya yang baru berusia dua tahun dan masih tidak bersuara karena masih syok mungkin,” ungkap Irwansyah, adik Beni, yang pada saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi.
Menurut pantauan warga yang datang membantu, barang dan semua harta benda hanyut terbawa arus sungai. Hanya beberapa pakaian dan peralatan seadanya saja yang bisa diselamatkan pada saat kejadian tersebut. (hp8)
