Rumah Tua di Gang Hj Salmah Bakal Jadi Cagar Budaya Pontianak

Hi!Pontianak - Sebuah rumah tua khas budaya Melayu Pontianak yang terletak di tepian Sungai Kapuas Kecil, Kampong Bangka, tepatnya di ujung Gang Hj Salmah, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, akan segera direstorasi untuk dipugar dan dimanfaatkan menjadi cagar budaya.
Rumah tua atau disebut dengan rumah Besa' tersebut dahulunya merupakan kediaman milik HM Arief bin H Ismail dan Hj Salmah bin H Abdul Kariim, dan telah dihibahkan ke Pemkot Pontianak. Semua bagian rumah terbuat dari kayu belian atau kayu ulin, mulai dari tiang hingga atap.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, restorasi bangunan rumah tua itu akan dikerjakan dalam dua tahun anggaran atau multiyears. Pekerjaan restorasi tersebut ditargetkan tahun ini selesai.
"Pekerjaannya sudah mencapai 30 persen, rangka dan atapnya sudah jadi. Konsepnya kembali ke bentuk asalnya," kata Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Hi!Pontianak, Selasa, 9 Maret 2021.
Edi mengatakan, bangunan yang sebelumnya sudah termakan usia ini memiliki luas tanah sepanjang 1.428 meter persegi. Bangunan tersebut nantinya akan direstorasi dengan mengembalikan bentuk aslinya beserta material aslinya yakni kayu belian.
"Fungsinya nanti sebagai rumah budaya dan sebagai destinasi berbagai kegiatan berkaitan dengan budaya. Rumah ini akan menjadi salah satu titik destinasi baru untuk Kota Pontianak yang bisa diakses lewat darat maupun sungai," terangnya
Aset yang diserahkan pihak ahli waris kepada Pemkot Pontianak ini akan dikelola sebagai cagar budaya. Penyerahan hibah oleh ahli waris selaras dengan keinginan dirinya untuk mendata bangunan-bangunan dengan kategori sebagai cagar budaya terutama yang berada di sepanjang Sungai Kapuas. Pihaknya akan melakukan restorasi terhadap bangunan rumah itu dengan mengembalikan keasliannya sebagai representasi asal muasal Kota Pontianak.
"Dengan keberadaan rumah tua ini akan memperkaya ikon baru di Kota Pontianak. Keberadaan rumah ini yang nantinya direstorasi sangat menunjang penataan program kota baru melalui pembangunan waterfront-nya karena letaknya di pinggir Sungai Kapuas," pungkasnya.
