Seberapa Penting Chemistry dalam Membangun Suatu Hubungan?

Hi!Pontianak - Hubungan yang dihujani dengan rasa bahagia tentu menjadi dambaan setiap pasangan. Terlebih jika dikaitkan dengan chemistry atau perasaan nyambung dengan seseorang.
Elemen satu ini kerap dibicarakan dalam sebuah hubungan, karena tidak mudah rasanya mencapai kecocokan yang sesuai. Tak jarang, beberapa pasangan memilih untuk berpisah karena tak mendapatkan sebuah chemistry yang pas.
Lalu, apakah alasan pisahnya pasangan benar karena chemistry yang tak dapat dibangun? Sebenarnya seberapa pentingkah menciptakan sebuah chemistry dalam membangun suatu hubungan? Berikut ini penjelasanya.
Psikolog Patricia Elvira, mengatakan chemistry, merupakan proses yang sangat penting dalam konteks hubungan. Terlebih di masa awal hubungan seseorang, mereka akan secara intuitif dapat mengetahui apakah mereka memiliki chemistry positif atau negatif.
"Sangat penting. Sebab dalam konteks hubungan, chemistry adalah emosi, sederhananya yang didapat oleh dua orang ketika mereka berbagi koneksi khusus. Ini adalah dorongan yang membuat orang berpikir, misalnya aku perlu melihat orang ini dari sisi lainnya atau seperti rasa suatu perasaan "kita klik nih sama orang ini"," jelas Elvira.
Elvira juga menambahkan sangat tidak mungkin jika seseorang memiliki hubungan yang begitu kuat namun tidak didasari oleh chemistry. Sebab chemistry merupakan bagian dari reaksi otak, yang secara tidak sadar ada dalam pikiran dan tubuh yang akan memberi sinyal ketika ada ketertarikan terhadap seseorang.
"Menurut saya tidak mungkin, karena tentu sebelum hubungan kuat ini terbentuk, chemistry perlu ada terlebih dahulu. Sebab chemistry akan membuat keduanya (pasangan) akan saling mencari tahu mengenai kekurangan, kelebihan masing-masing dan menerimanya dengan baik," kata Elvira.
Tak bisa dipungkiri, chemistry merupakan sesuatu yang baik bagi hubungan, meskipun tidak selalu menjadi indikator utama berhasilnya hubungan kedepannya. Untuk menjaga hubungan tetap seimbang, Elvira menyarankan, tempatkan kompatibilitas sebagai sisi yang logis dari ketertarikan dan chemistry sebagai sisi emosional dari ketertarikan.
"Jika kompatibilitas tanpa ada keinginan untuk mengenal satu sama lain, meskipun hubungan sudah berlangsung lama namun hubungan tersebut kurang memiliki "rasa" yang dibutuhkan. Namun, itu balik lagi ke sudut pandang masing-masing orang yang terlibat dalam hubungan," tuturnya.
Nah, gimana? Sudah tahu seberapa penting chemistry kamu dan pasangan?
