News
·
30 April 2020 10:32

Sejiwa: Layanan Konsultasi Psikologi Gratis di Tengah Pandemi Corona

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Sejiwa: Layanan Konsultasi Psikologi Gratis di Tengah Pandemi Corona (651336)
searchPerbesar
Ilustrasi perempuan menjaga kesehatan mental. Foto: Shutterstock
Hi!Pontianak - Pandemi virus corona (COVID-19) tidak hanya berdampak pada kesehatan, ekonomi dan sosial, tapi juga berdampak pada psikologis. Terlebih maraknya pemberitaan mengenai COVID-19 hingga hoaks di media sosial yang bisa membuat panik, cemas, bahkan stres.
ADVERTISEMENT
Untuk membantu masyarakat, pemerintah meluncurkan aplikasi Sehat Jiwa (Sejiwa) yang berbasis konsultasi psikologi. Layanan ini diluncurkan karena meningkatnya tekanan psikologis masyarakat di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
“Layanan ini untuk kasus yang dapat ditangani adalah gangguan seperti kecemasan, psikosomatis, stres, konflik keluarga dan lainnya yang berkaitan dengan dampak COVID-19,” kata Verty Sari Pusparini, salah satu konsultan dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalbar kepada Hi!Pontianak, Kamis (30/4).
Layanan kesehatan mental yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, membuka layanan konsultasi via telepon ini dilakukan maksimal selama 30 menit.
“Silahkan untuk menghubungi no 119 Ext 8 (Layanan Konsultasi Psikologi). Nanti akan dijawab oleh admin yang mendata identitas (nama, usia, tempat tinggal dan keluhan utama). Kemudian admin akan merefer klien kepada Psikolog yang bertugas,” jelas Verty.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, HIMPSI Wilayah Kalbar sendiri telah memberikan konsultasi online gratis via telepon maupun WhatsApp untuk membantu masyarakat mengatasi masalah psikis yang timbul akibat pandemi corona sejak 24-31 Maret 2020. Layanan konsultasi gratis ini kembali diperpanjang hingga 10 Mei 2020.
Sebanyak 22 kontak psikolog siap dihubungi dengan jam layanan konsultas yang dimulai pada pukul 07.30-20.00 WIB. Layanan ini pun diharapkan dapat membantu menjaga psikologis masyarakat Kalbar di tengah pandemi COVID-19.