Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sensasi Main Perosotan di Riam Batu Timah Bengkayang, Kalbar

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung bermain perosotan di riam Batu Timah Bengkayang. Foto: M Zain/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung bermain perosotan di riam Batu Timah Bengkayang. Foto: M Zain/Hi!Pontianak

Sensasi Main Perosotan di Riam Batu Timah Bengkayang, Kalbar

Hi!Bengkayang- Bagi anda yang suka atau ingin berkunjung ke riam, Riam Batu Timah di Desa Madi, Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang, Kalbar, patut anda kunjungi.

Untuk sampai ke lokasi Riam Batu Timah, butuh waktu di sekitar 1 setengah jam hingga 2 jam dari Kota Bengkayang. Aksesnya lebih mudah menggunakan sepeda motor. Namun juga bisa ditempuh dengan mobil. Namun jika menggunakan mobil, pengunjung harus jalan kaki lagi, sekitar 45 menit. Melewati jalan setapak, dengan pemandangan alamnya yang indah.

Sesampainya di lokasi riam, lelah selama perjalanan akan terbayarkan dengan pemandangan air terjun yang indah. Suasana alam yang sejuk dan juga tenang.

Riam Batu Timah Bengkayang menyajikan suasana alam yang menarik dan sensasi main perosotan yang unik. Foto: M Zain/Hi!Pontianak

Kesegaran airnya pun membuat pengunjung yang datang pasti langsung ingin berendam.

Dan yang membuat semakin seru dan menantang, pengunjung bisa main perosotan di atas batu yang dialiri air. Dengan ketinggian sekitar 3 meter dan kemiringan hingga 70 derajat.

Perosotan batu inilah yang menjadi daya tarik dan membuat pengunjung puas berkunjung di Riam Batu Timah.

Kesegaran alam di riam Batu Timah Bengkayang menjadi daya tarik tersendiri. Foto: M Zain/Hi!Pontianak

Ramai Setiap Akhir Pekan

"Awalnya teman-teman bilang tempatnya bagus. Saat saya melihatnya langsung, ternyata memang bagus dan oke," ujar salah seorang pengunjung asal Kota Pontianak, Wawan.

Untuk masuk ke objek wisata Riam Batu Timah, pengunjung harus membeli tiket seharga Rp 5.000 perorang. Setiap akhir pekan, Riam Batu Timah selalu ramai pengunjung. Tak hanya warga lokal, banyak juga wisatawan dari luar Bengkayang yang datang.