Serpihan Roket China Jatuh di Sanggau, Polisi Minta Warga Tak Mendekat

Konten Media Partner
1 Agustus 2022 14:01
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Roket buatan China yang jatuh di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Foto: Dok Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Roket buatan China yang jatuh di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Foto: Dok Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Serpihan roket yang diduga milik China, jatuh di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
Dari penemuan tersebut, pihak kepolisian meminta kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro, pada Senin, 1 Juli 2022.
Ade Kuncoro meminta agar masyarakat tidak mendekati serpihan tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kita mengantisipasi adanya zat radioaktif di benda tersebut, sehingga kita minta masyarakat tidak mendekati lokasi barang itu ditemukan," jelas AKBP Ade Kuncoro.
Sebelumnya, Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan mengatakan, serpihan benda tersebut diduga merupakan bagian atau serpihan dari Roket Long March 5B, yang diluncurkan dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang, China pada 24 Juli 2022, untuk mengirimkan modul Wentian seberat 23.000 kilogram ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong.
Polisi memasang police line dan meminta warga tak mendekat, untuk mengantisipasi adanya zat radioaktif. Foto: Dok Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Polisi memasang police line dan meminta warga tak mendekat, untuk mengantisipasi adanya zat radioaktif. Foto: Dok Hi!Pontianak
“Saat waktu yang bersamaan juga, serpihan yang diduga roket tersebut melintasi daerah Sarawak, Malaysia, di mana ini berdasarkan keterangan Malaysian Space AGENCY (MYSA) atau badan antariksa Malaysia,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
“Sampai saat ini belum diketahui pasti asal dari benda tersebut akan tetapi pada Sabtu malam sekira jam 23.09 WIB sebagian warga Pengadang ada mendengar suara gemuruh dari langit," tukasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020