Kumparan Logo
Konten Media Partner

Setor Sampah ke Bank Sampah, Anak Kembar di Pontianak Dapat Rp 50 Ribu per Bulan

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan penghargaan kepada Muhammad Faris As Sidiq dan Muhammad Daris As Sidiq, siswa SDN 34, sebagai nasabah cilik bank sampah. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan penghargaan kepada Muhammad Faris As Sidiq dan Muhammad Daris As Sidiq, siswa SDN 34, sebagai nasabah cilik bank sampah. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Hi!Pontianak - Apa yang dilakukan anak kembar di Pontianak bernama Muhammad Faris As Sidiq dan Muhammad Daris As Sidiq, patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anak-anak lainnya.

Atas kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan membawa sampah dari rumah ke bank sampah untuk dikelola, membuat si kembar itu dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori nasabah cilik bank sampah pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 di Taman Alun Kapuas, Sabtu, 5 Maret 2022.

Muhammad Faris (11) siswa kelas 5 SDN 34 Pontianak itu menceritakan, sehari-hari dirinya bersama saudara kembarnya mengangkut sampah dari rumah ke bank sampah 'Rumput Hias' yang berlokasi di Jalan Petani, Gang Berkat Usaha Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota, menggunakan gerobak arco.

Mengangkut sampah untuk didaur ulang di bank sampah sudah digeluti Faris dan Daris sejak awal berdirinya bank sampah 'Rumput Hias' tahun 2018. Dalam sebulan, mereka mampu menghasilkan sekitar Rp50 ribu dari sampah yang mereka jual ke bank sampah.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, melihat hasil kerajinan daur ulang yang dibuat oleh bank sampah. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

"Sekali bawa biasanya satu arco dibawa ke bank sampah di Jalan Petani Gang Berkat Usaha. Kami mengajak teman-teman untuk bisa melakukan hal yang sama demi lingkungan yang kita cintai," tutur Faris.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi apa yang dilakukan kedua anak kembar tersebut. Edi berharap mereka dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya di Kota Pontianak.

"Siswa-siswa lain bisa mencontoh apa yang dilakukan si kembar Faris dan Daris sebagai bentuk kita peduli dengan kebersihan dan lingkungan," ungkapnya.

Edi menuturkan bank sampah mini sudah semestinya disediakan di setiap sekolah. Sebab menurutnya sampah-sampah organik bisa didaur ulang menjadi pupuk kompos. Sementara sampah plastik bisa dikumpulkan untuk dinilai dengan uang kemudian didaur ulang. Pemilahan sampah-sampah ini, baik organik maupun anorganik, akan memudahkan dalam pengelolaannya.

"Sehingga anak-anak yang ke sekolah dari rumah membawa sampah masing-masing untuk diolah. Dengan adanya bank sampah mini di sekolah-sekolah ini diharapkan anak-anak mendapatkan edukasi tentang manfaat dari memilah sampah," tutupnya