Siap Panen, Warga Pontianak Kembangkan Tanaman Anggur di Halaman Rumah
·waktu baca 3 menit

Hi!Pontianak - Tanaman anggur biasanya tumbuh di dataran menengah atau tinggi yang hawanya sejuk. Namun di tangan Anton Kamarudin, anggur bisa tumbuh dengan subur dan berbuah lebat meski berada di daerah panas seperti Pontianak.
Anton bahkan menanam anggur di pekarangan rumahnya di Jalan HM Suwignyo, Komplek Villa Citra Andalas, Pontianak. Ia mengatakan, ide budidaya anggur di perkarangan rumanya tersebut muncul sejak tahun lalu, kala pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Setahun mencoba, Anton pun menemukan cara yang tepat menanam anggur impor, yang dapat berbuah lebat, meskipun dengan cuaca dan kandungan tanah di Pontianak. Ia melakukan persambungan antara anggur lokal yang berbuah asam sebagai akar atau bagian bawah, dengan anggur impor yang berbuah manis di bagian atas.
“Karena kondisi COVID, kita tidak bisa ada aktifitas di luar, ekonomi tergangu, dan segala macam. Untuk keluar dari kondisi seperti itu, akhirnya kami mencoba menanam anggur di perkarangan (rumah). Alhamdulilah bagus, banyak masyarakat yang meniru. Tetangga sekitar juga banyak yang ikut,” ungkap Anton, Minggu, 12 September 2021.
Selama uji coba penanaman anggur, Anton yang juga merupakan Kepala UPT Balai Benih Induk Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Kalbar mengungkapkan, telah menyeleksi 41 jenis anggur, namun yang bisa ditanam dengan baik hanya setengahnya. Hasilnya, saat ini pekarangan rumahnya pun dipenuhi tanaman anggur yang sudah berbuah.
“Di masa pandemi kemarin, kita coba berinisiatif untuk menyambung varitas (anggur) dari luar, anggur impor. Ada kurang lebih 41 jenis yang sempat kita koleksi, tapi akhirnya di tahun 2020 kita menyeleksi beberapa varitas yang memiliki ketahanan dan adaptasi yang bagus di Pontianak. Dari tanaman buah-buahan yang pernah saya sambung, anggurlah yang paling cepat tumbuh, sekitar empat hari sudah bisa kita lihat bibitnya telah jadi,” ujarnya.
Tak hanya di perkarangan rumahnya, jalan kompleks hingga halaman rumah tetanga di sekitar rumah Anton, juga terlihat terpasang media untuk menanamkan buah anggur. Anton menyebutkan, selain memperindah halaman rumah, dari sisi ekonomi budidaya anggur juga berpeluang menguntungkan.
“Seperti kita ketahui, bahwa anggur ini masih di anggap sebagai buah yang mewah, buah yang berkelas. Di toko-toko buah, anggur impor yang notabane bisa berbuah di daerah, kita harganya bisa sampai Rp 200 ribu. Ini kesempatan atau peluang bagi kita, di perumahan atau di lingkungan, halaman, untuk membudidayakan anggur. Karena, anggaplah satu komplek atau RT yang membudidayakan anggur, nanti kan bisa diatur pembuahannya, agar bisa panen terus-menerus," jelasnya.
Bagi warga Pontianak yang ingin belajar membudidayakan buah anggur, cukup berkunjung ke Komplek Villa Citra Andalas, Jalan Suwignyo. Di sana warga dapat belajar dan berdiskusi tentang merawat buah anggur dengan Anton.
“Kita terbuka untuk belajar, berdiskusi masalah anggur, atau ingin mendapatkan batang bawah anggur, kita bisa siapkan. Dan nanti setelah ditanam batang bawah anggur yang asam di rumah, Insya Allah kita akan bantu mengganti varitas itu dengan varitas yang lebih manis,” kata Anton.
Anton ingin membuktikan, bahwa di Pontianak anggur bisa tumbuh dengan subur, dan berbuah seperti yang ada di lahan aslinya. Ia pun berharap pengembangan anggur miliknya ini dapat mengurangi impor buah anggur.
“Memang, apa yang kami upayakan ini masih sedikit. Kami perlu dukungan dari semua kalangan, untuk membantu kita bersama-sama memajukan anggur Kalimantan ini. Kita berharap dengan mengembangkan anggur, minimal kita bisa mengurangi impor dan menghadirkan buah-buah sehat, untuk generasi Kalbar yang akan datang," pungkasnya.
