Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sudah 3 Hari Banjir di Perbatasan Belum Surut, Pasokan Sembako Terhambat

HiPontianakverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Pintas Keladan, daerah perbatasan Kecamatan Ketungau Hulu dengan Malaysia. Hingga hari ketiga, banjir belum surut. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Pintas Keladan, daerah perbatasan Kecamatan Ketungau Hulu dengan Malaysia. Hingga hari ketiga, banjir belum surut. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak

Hi!Sintang - Memasuki hari ketiga, banjir di Jalan Paralel Perbatasan Sintang-Malaysia hingga saat ini belum surut. Banjir tak hanya memutus akses jalan, tapi juga membuat Kecamatan Ketungau Hulu terisolir.

“Banjir belum surut, bahkan hari ini air makin naik,” ungkap Ramdi Nahum, Camat Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kamis, 29 Agustus 2024.

Akibat banjir yang terjadi, kata Ramdi Nahum, hampir seluruh Kecamatan Ketungau Hulu terhambat. “Kami ini kayak Kancil sekarang ini, ndak bisa kesana kemari. Karena dari Sepiluk banjir, Gupung juga banjir, tadi pagi di Pintas Keladan juga banjir, ndak bisa dilewati,” jelasnya.

Ramdi Nahum mengungkapkan, banjir terjadi di beberapa titik, yakni Sepiluk, Gupung, Tapang Engkabang dan Pintas Keladan. “Daerah itu banjir semua, baik akses dari dan menuju Balai Karangan, juga akses ke Sintang,” bebernya.

“Dengan adanya kondisi tersebut, bisa dikatakan Kecamatan Ketungau Hulu saat ini terisolir akibat banjir. Karena banjir, sembako juga tidak bisa masuk ke Ketungau Hulu karena mobil angkutan dari Balai Karangan dan Sintang tidak bisa masuk, jalan putus karena banjir. Semua jadi terhambat,” tukasnya.