Sudah Susah Jualan di Saat PPKM, Pedagang Burger Ini Malah Ditipu Pembeli
ยทwaktu baca 2 menit

Hi!Pontianak - Modus penipuan baru saja terjadi pada outlet Ride Burger Mini Pontianak, Sabtu, 10 Juli 2021. Hal ini disampaikan melalui unggahan dalam Instastory @rideburgermini.
"Kemarin sore di outlet kami terjadi sesuatu hal yang tidak kami inginkan. Terjadi modus penipuan, dalam hal memesan beberapa produk kami dalam jumlah yang tidak sedikit. Ciri-ciri orang tersebut seorang perempuan bersama anak kecil, memakai motor (Honda) CS-1 (warna) hitam," tulis admin Ride Burger Mini Pontianak yang dikirim ke Hi!Pontianak.
Saat dihubungi Hi!Pontianak, pemilik outlet Ride Burger Mini Pontianak, Dhea Sherina Listiani, menceritakan kronologis modus penipuan tersebut. Pada awalnya, penipu tersebut merupakan pelanggan pertama pada hari itu. Ia (penipu) memesan burger dengan jumlah yang cukup banyak. Setelah memesan, ia langsung meninggalkan pesananannya.
"Jadi Ibu-ibu ini pelanggan pertama kami, memesan beberapa dari menu kami, yang jumlahnya cukup banyak, mulai dari rainbow burger dan telur, kentang, reguler burger dan telur. Setelah memesan ibu ini langsung meninggalkan pesanannya," kata Dheani Sherina Listiani, pemilik outlet Ride Burge Mini Pontianak kepada Hi!Pontianak, Minggu, 11 Juli 2021.
Pada 30 menit kemudian, ibu (penipu) tersebut kembali lagi, untuk mengambil pesanan yang telah dipesannya, dengan membawa sejumlah makanan, digantungan motornya.
Setelah memberikan total harga, Dhea memberikan pesanan burger kepada Ibu tersebut. Kemudian, ibu tersebut kembali memesan satu pesanan burger lagi.
Setelah kembali memesan satu pesanan burger, ibu (penipu) tersebut mengatakan akan kembali lagi, sambil pergi membawa pesanan yang sudah diberikan oleh Dhea.
Namun ternyata, ibu tersebut tidak kembali lagi. Ibu tersebut membawa sebanyak 10 bungkus burger, dan 2 bungkus kentang goreng dengan total harga Rp 145 ribu.
"Dia (penipu) bilang, berapa mbak? Saya sebutkan totalnya sambil memberikan pesanan ibu ini. Lalu ibu ini memesan lagi, reguler burger, dengan telur dan kentang goreng. Dia bilang, 'burgernya jangan dikasih sayur ya mbak, nanti saya kembali lagi'. Saya pikir ibu ini akan kembali lagi dengan membayar pesanan yang sebelumnya dan yang sekarang," ujar Dhea.
Dhea mangatakan, tidak masalah dengan jumlah uang yang telah ditipu. Tapi di saat kondisi yang tengah menjalani PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), sangat minim untuk mendapatkan keuntungan.
"Bukan masalah jumlah uangnya mbak, tapi di saat situasi PPKM seperti ini, mulai jualan jam 4 (sore) tutup jam 8 (malam), sangat minim untuk mendapatkan keuntungan. Lebih jaga-jaga jika pelanggan memesan, lalu ditinggalkan, tanpa membayar terlebih dahulu. Jika pelaku UMKM mendapatkan kejadian seperti ini, berapa kerugian yang harus mereka dapatkan," imbuhnya.
"Kalau ketemu (penipu) ya udah mbak, saya juga sudah mengikhlaskan. Pesan saya, semogaa Allah akan menggantikan rezeki kita dengan yang lebih baik," pungkasnya.
