Kumparan Logo
Konten Media Partner

‘Teh Borneo’, Teh Khas Sintang dari Dataran Rendah

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Sintang Jarot Winarno di areal teh milik kelompok tani di Kabupaten Sintang. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Sintang Jarot Winarno di areal teh milik kelompok tani di Kabupaten Sintang. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Siapa sangka jika teh yang selalu identik dengan dataran tinggi di Pulau Jawa. Sekarang bisa dikembangkan di dataran rendah, seperti di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Ini dibuktikan dengan keberhasilan demplot teh di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk. Kemudian diproduksi menjadi Teh Borneo dari Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, pengembangan teh di Sintang tidak terlepas dari fakta semakin berkurangan lahan untuk perkebunan teh di Jawa Barat. Selama ini, teh disebut-sebut hanya hidup di daerah perkebunan tinggi, berkabut dan dicuaca dingin.

“Ternyata, setelah kita coba tanam di Sintang, teh bisa ditanam dataran rendah. Bisa tumbuh dan masuk katagori bagus dalam waktu lebih singkat. Bahkan tanaman teh di Sepulut, bisa dipanen dalam usia 3 tahun,” kata Jarot, Minggu (26/1).

Teh Borneo yang sudah dikemas dan siap diminum. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak

Oleh karena itu, Jarot mengajak masyarakat Sintang menanam teh. Mengingat, tidak selamanya kita bisa mengandalkan ekonomi yang mengekploitasi sumber daya alam, karet, sawit dan lada.

“Lalu, kenapa tidak kita kembangkan ekonomi yang lebih kreatif yang macam-macam bentuknya? Hasilnya juga tidak kalah, seperti teh, kopi, kakao, daun sengkubak, kratom dan komuditas lainnya. Jadi, kita lebih kreatif,” ucapnya.

Ia mengatakan, teh yang dikembangkan di Sintang memang berbasis pada kelompok tani. Kalau dikembangkan secara massal, bukan tidak mungkin Sintang akan menjadi daerah penghasil teh.

Meski tidak berada di dataran tinggi, nyatanya teh bisa tumbuh subur di Kabupaten Sintang. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak

“Saat ini, kita sedang menanam. Sebagian kecil ada yang sudah panen. Ada yang dibikin demplot dan diperluas. Insya Allah, mudah-mudahan Sintang akan dikenal sebagai penghasil teh di Indonesia. Untuk pembeli, jangan khawatir. Pembelinya banyak. Pasti tertampung,” ucapnya.

Ketua Yayasan Solidaridad Network Indonesia, Delima Azahari Gunawan berterima kasih pada Bupati Sintang dan semua pihak yang sudah mendukung. Sehingga teh bisa ditanam dan mulai dipromosikan di Kabupaten Sintang.

“Kita semua tahu, teh biasanya diproduksi di Jawa dan Sumatera. Dan lokasi terbesar perkebunan teh ada di Jawa Barat tapi mulai menurun. Makanya, kami punya ide, teh di Jawa Barat akan pindah ke Kalimantan Barat. Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan hanya di Sintang. Tapi bisa dikembangkan di seluruh Kalbar,” harapnya.

Launching Teh Borneo di Desa Pengkadan Baru, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Foto: Yusrizal/Hi!Pontianak