Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tinjau Lokasi PETI di Sadaniang, Bupati Mempawah : Luasnya Sekitar 26 Hektare

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Mempawah foto bersama usai mengunjungi lokasi PETI. Foto: Humas Pemkab Mempawah
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Mempawah foto bersama usai mengunjungi lokasi PETI. Foto: Humas Pemkab Mempawah

HiPontianak - Bupati dan Wakil Bupati Mempawah beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah meninjau langsung lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sadaniang pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Bupati Mempawah, Erlina, memposting videonya saat melakukan peninjauan di akun Instagram nya @erlinanorsan.id disertai penjelasan terkait kondisi reel di lokasi tersebut.

"Kita ingin tahu bagaimana kondisi keadaannya, jadi makanya kami semuanya datang kesini tujuannya hanya satu kepengin lihat langsung," ungkap Erlina dalam video.

Dalam video tersebut tampak bagaimana kondisi lahan yang sudah rusak akibat PETI. Tak hanya wilayah Kabupaten Mempawah, aktivitas PETI juga masuk di wilayah Kabupaten Bengkayang.

"Kita berdiri di sini adalah wilayah Kabupaten Bengkayang, yang di sana itu adalah wilayah Kabupaten Mempawah. Di Kabupaten Mempawah pekerjaan yang dilakukan oleh PETI di sana itu lebih kurang sekitar 26 hektare dan di sini 60 hektare," jelas Erlina.

Erlina mengatakan belum diketahui siapa pengusaha yang berada dibalik aktivitas PETI tersebut. Namun ia memastikan akan ditindaklanjuti agar kerusakan alam yang terjadi tidak semakin meluas.

"Perusakan yang dilakukan oleh pengusaha yang kita tidak kenal siapa pengusahanya. Kami berada di sini juga tidak ada satu pun pekerja yang berdiri di sini, tapi ada alat-alat dompeng banyak sekali beraturan ke mana-mana," ujarnya.

"Dari Mempawah ke Bengkayang lebih kurang sekitar hampir 100 hektare (lahan PETI). Nah ini kalau tidak ditindaklanjuti saya rasa mungkin nanti semakin luas kerusakan alam yang dilakukan," tambah Erlina.

Erlina turut mengimbau seluruh pihak termasuk para Kepala Desa untuk saling jaga agar tidak ada lagi aktivitas yang merusak lingkungan.