Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tino Ame Larang Lagu-lagunya Diputar di Panggung Pekan Gawai Dayak ke-37

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tino Ame. Foto: Instagram @tinoakaidai
zoom-in-whitePerbesar
Tino Ame. Foto: Instagram @tinoakaidai

Hi!Pontianak - Penyanyi lagu-lagu Dayak, Tino Ame, melarang lagu-lagu karyanya diputar di panggung Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-37 Kalimantan Barat. Pernyataan itu disampaikan dirinya, melalui akun media sosial TikTok pada, Kamis, 18 Mei 2023.

Dalam video tersebut, Tino Ame juga memastikan dirinya tidak akan tampil pada Pekan Gawai Dayak tahunan itu, karena tidak diundang oleh pihak panitia.

“Jadi saya jawab aja ya kenapa saya tidak hadir dalam acara PGD, jadi yang pertama, ya karena tidak diundang oleh Panitia,” saat dihubungi Hi!Pontianak, Jumat, 19 Mei 2023.

Tino Ame dan karya-karyanya cukup terkenal di Kalimantan Barat. Single-singlenya antara lain 'Dayak Ganteng', 'Dayang Janjola', 'Akaidai', 'Kolok Kolok', 'Bujang Kanyi', 'Panglima Burong', 'Lagu Reho', 'Selamat Ari Gawai', 'Buntat Gawai', 'Aku Meh Dik', dan masih banyak lagi.

Selain itu, Tino Ame juga menjelaskan, bahwa ketika ada pihak sponsor yang mau mengajaknya tampil di acara tersebut, pihak panitia juga tak bersedia. Karena itu, Tino Ame meminta agar karya-karyanya tidak diputar ataupun dibawakan di panggung Pekan Gawai Dayak.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa melarang membawakan karya-karya Tino Ame, khusus di PGD 2023, di Rumah Radank Pontianak, hanya di PGD 2023, di Pontianak” tegas Tino Ame.

Saat dikonfirmasi oleh Hi!Pontianak, Tino Ame membenarkan pernyataan sikapnya itu. Ia mengungkapkan tidak permasalahan dirinya tidak diundang untuk tampil di PGD. Namun ia kecewa karena ada beberapa pihak yang merendahkan bakat menyanyinya, sehingga ia mengecam lagu karyanya untuk diputar di Pekan Gawai Dayak.

"Sebenarnya saya tidak perlu panggung. Tidak harus juga diundang di situ. Cuma kemarin ada beberapa oknum yang bilang suara saya jelek, dan menolak sponsor yang ingin membawa saya untuk tampil disana. Itu yang sebenarnya membuat saya kecewa. Maksud saya, kok mereka menjelek-jelekan saya, tapi pengen membawakan karya-karya saya di PGD," katanya.

Lebih lanjut kata Tino, sampai saat ini dirinya tidak mengetahui alasan mengapa panitia tidak mengundang dirinya untuk tampil di panggung Pekan Gawai Dayak. Padahal beberapa tahun lalu sebelum dirinya mulai dikenal, ia kerap mengisi acara di panggung tersebut.

"Saya juga tidak tahu alasan mengapa panitia itu sebenarnya tidak mau pakai kita. Panitia dari dulu tidak pernah mengundang. Padahal dulu kita yang jemput bola demi mengisi pekan Gawai Dayak. Tahun ini kita memang tidak pengen di PGD, cuma ada beberapa promotor yang ingin mensponsori tapi ditolak oleh mereka," ungkapnya.

"Khusus untuk di panggung Pekan Gawai Dayak, tidak boleh menyanyikan dan memutar lagu saya. Kalau di stand-stand boleh. Gawai-Gawai di kampung juga boleh. Hanya dikhususkan untuk di panggung Pekan Gawai Dayak tahun ini, tidak boleh," pungkasnya.

Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke-37 secara resmi akan dibuka Sabtu besok, 20 Mei 2023. Pekan Gawai Dayak adalah festival budaya masyarakat Dayak sebagai ucap syukur atas keberhasilan panen.