Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tradisi Robo-robo di Mempawah, Warga Gelar Doa Tolak Bala dan Makan Bersama

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga duduk bersama untuk membaca doa tolak bala dan makan di bawah langit. Foto: M.Zain/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Warga duduk bersama untuk membaca doa tolak bala dan makan di bawah langit. Foto: M.Zain/Hi!Pontianak

Hi!Mempawah - Warga Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, menggelar acara doa bersama untuk 'tolak bala', Rabu pagi, 6 Oktober 2021.

Tolak Bala merupakan bagian dari tradisi budaya Robo-robo, yang setiap tahunnya digelar pada hari Rabu terakhir, di bulan Safar penanggalan tahun Hijriah.

Budaya yang termasuk Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ini, juga sekaligus memperingati atau napak tilas datangnya Opu Daeng Manambon ke Mempawah. Opu Daeng Manambon adalah suami dari Ratu Kesumba, pewaris tahta kerajaan Mempawah.

Sebelum membaca doa tolak bala, semua warga berkumpul dan masing masing membawa makanan untuk dimakan bersama. Uniknya, makanan yang dibawa, seperti makanan yang biasa disajikan pada saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Seperti ketupat, bontong, opor ayam, dan masih banyak lagi.

Warga berdoa agar dijauhkan dari segala musibah. Foto: M.Zain/Hi!Pontianak

"Ini merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu, dan sudah menjadi tradisi. Dan ini setiap tahunnya selalu kita laksanakan," jelas salah seorang tokoh masyarakat, Usman Alimat.

Setelah semua berkumpul, warga duduk membentuk lingkaran memanjang, dengan makanan di tengah atau seperti makan saprahan. Kemudian salah sorang tokoh agama memimpin pembacaan doa, baru setelah itu dilanjutkan makan bersama.

Aneka makanan yang disantap pada perayaan Robo-robo. Foto: M Zain/Hi!Pontianak

"Dengan doa bersama ini, kita berharap, semoga dijauhkan Allah dari segala bala atau musibah, termasuk pandemi COVID-19 sekarang ini. Semoga juga kita selalu selamat dan sehat walafiat," ujar Usman.

Tak hanya warga Desa Pasir Palembang, warga di desa lainnya di Kabupaten Mempawah juga turut menggelar Tolak Bala. Begitu juga di Kubu Raya, Kota Pontianak, dan daerah lainnya.