Kumparan Logo
Konten Media Partner

Viral Aksi Pria Injak Nasi saat Makan Bersama, Ini Hukumnya Dalam Islam

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustarasi nasi jepang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustarasi nasi jepang. Foto: Shutterstock

Hi!Pontianak - Baru-baru ini viral seorang pria melakukan aksi yang tak pantas. Ia menginjak nasi yang tengah disantap oleh teman-temannya, saat makan bersama.

Aksi tersebut kemudian mendapat kecaman dari netizen yang geram akan tingkah tak bermoralnya. Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam?

Menurut KH. Atoillah, menginjak makanan secara disengaja hukumnya adalah haram. Hal tersebut dikarenakan makanan merupakan nikmat dari Allah, dan menginjaknya merupakan perbuatan merusak dan tidak mensyukuri terhadap nikmat dan pemberian-Nya.

"Hukumnya haram, karena tidak mensyukuri nikmat Allah. Menyia-nyiakan makanan termasuk perbuatan menyia-nyiakan atau merusak harta, dan Rasullullah telah melarang perbuatan merusak harta tersebut," kata KH. Atoillah kepada Hi!Pontianak, Jumat, 7 Januari 2022.

"Tapi kalau tidak sengaja menginjak makanan karena tidak terlihat tidak apa-apa, tapi kalau sengaja haram karena menghina rezeki dari Allah," timpalnya.

embed from external kumparan

Ia mengatakan, menginjak makanan merupakan perbuatan mubazir dan Allah SWT membenci hambanya yang melakukan perbuatan tak terpuji tersebut. "Allah SWT sangat membenci hambanya yang melakukan perbuatan mubazir atau membuang-buang harta yang ia miliki. Hukum terkait membuang-buang makanan ini bahkan juga secara jelas dituliskan dalam Al-Quran dan diperkuat dengan hadis-hadis shahih," jelasnya.

Dalam Islam, makan tak hanya sekadar mengisi perut saat lapar. Terdapat adab makan dalam Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW. Adab makan adalah tata cara yang dilakukan selama makan mulai dari sebelum makan, saat makan, dan setelah makan sesuai dengan syariat Islam.

"Islam sangat memperhatikan perkara adab, termasuk adab makan dan minum. Pertama-tama tidak mencela makanan, lalu baca bismillah dan doa makan, makan tidak berdiri, tidak berlebihan, tidak meniup makanan panas. Lalu terakhir menutup makan dan minum dengan doa," pungkasnya.