Viral Nenek di Mempawah Dilaporkan Karena Curi 20 Kelapa, Ini Versi Pelapor
·waktu baca 3 menit

Hi!Pontianak - Viralnya seorang nenek di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang dilaporkan ke polisi karena diduga mencuri 20 buah kelapa. Pelapor kasus tersebut adalah Asmad (44 tahun) warga Wajok Hulu. Kepada wartawan Asmad memberikan klarifikasi atas kasus tersebut.
Kasus tersebut sebenarnya sudah berakhir damai dan diselesaikan secara kekeluargaan pada Senin, 3 Juli 2023. Namun, ketika proses mediasi, Asmad merasa tak diberikan ruang untuk berbicara, sehingga dia mengklarifikasi kasus tersebut melalui awak media, karena merasa dirugikan.
Asmad merasa nama baiknya tercemar. Ia menegaskan, ia hanya melaporkan Julia (54 tahun) dan Nurul Umam (17 tahun), yang disuruh Julia, untuk memanjat mengambil kelapa tersebut.
Asmad melaporkan kejadian tersebut, karena cukup gerah dengan sikap Julia, yang beberapa kali sebelumnya mencuri kelapa. Dia ingin memberikan efek jera dengan melaporkan hal tersebut kepada polisi. Akhirnya, mediasi pertama gagal dilakukan. Tiba-tiba, kata Asmad, muncul nenek Jaenab (83 tahun) dibawa-bawa dalam permasalahan tersebut.
“Saya mengadukan Julia, dan ada anak di bawah umur yang dia suruh untuk manjat, mencuri kelapa saya. Tapi tiba-tiba nenek Jaenab yang tampil, dan menjadi viral. Padahal saya tidak ada melaporkan nenek tersebut. Sehingga orang-orang merasa iba, dan malah menghujat saya,” kata Asmad kepada awak media, Selasa, 4 Juli 2023.
Asmad mengatakan, Julia berkali-kali mencuri buah kelapanya untuk dijual ke pasar. Sebelumnya diberitakan, bahwa nenek Jaenab yang menyuruh Julia untuk mencuri kelapa tersebut. Namun Asmad tak percaya, karena dia berhubungan baik dengan nenek Jaenab.
“Saya baik dengan nenek itu. Karena nenek-nenek, (saya) jadi merasa iba. Dan dipermainkan seperti itu. Tapi ini kan ulah anaknya. Saya yakin, nenek Jaenab tidak seperti itu. Mana mungkin nenek sudah tua tahu jumlah kelapa saya, kan dia di dalam rumah terus. Tega-tega nya nenek Jaenab dibawa-bawa dalam masalah ini. Jadi nenek itu ditampilkan, padahal saya tak ada melaporkan nama nenek itu, tidak ada,” paparnya.
Setelah nenek Jaenab viral di media sosial, Asmad merasa seluruh orang menghujat dirinya, karena malaporkan nenek yang mencuri 20 buah kelapa. Padahal, kata Asmad, duduk perkaranya bukanlah seperti itu.
“Belum lagi yang saya disebut minta ganti Rp 6 juta kata keluarganya, padahal dari awal saya gak ada minta ganti rugi uang. Saya hanya ingin melaporkan ke polisi untuk memberikan efek jera, dan saya mendapatkan keadilan. Kalau diselesaikan di kampung saya, pasti bakalan heboh, ramai,” terang Asmad.
Saat mediasi kedua dan berakhir damai, Asmad mengaku tak diberi ruang untuk berbicara. Selain itu, dia juga menghormati tokoh-tokoh adat di sana, sehingga dia mengklarifikasi peristiwa ini kepada awak media.
“Nama baik saya sudah hancur sekali. Kadang-kadang orang senyum, karena apa, saya gak tahu. Tapi saya lihat orang banyak kasihan sama saya. Itu kerjaan siapa, saya kurang tahu dan apa maunya, saya hanya melaporkan tersangka, tiba-tiba neneknya yang muncul, kan kasihan,” tukasnya.
