Food & Travel
·
11 April 2021 13:47

Wali Kota Pontianak Beri Lampu Hijau untuk Pedagang Sotong Pangkong

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Wali Kota Pontianak Beri Lampu Hijau untuk Pedagang Sotong Pangkong (504989)
Sotong pangkong di Jalan Merdeka Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Setiap bulan Ramadhan, sotong pangkong menjadi salah satu jajanan khas, yang banyak dicari penikmat kuliner di Kalimantan Barat. Sotong pangkong adalah cumi kering yang dibakar dan dipipihkan menggunakan palu, yang kemudian disajikan dengan sambal cair.
ADVERTISEMENT
Sebagai kudapan khas bulan Ramadhan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan mendukung dan memfasilitasi para pelaku usaha kuliner sotong pangkong.
Ia berharap keberadaan sentra pedagang sotong pangkong di Jalan Merdeka, ini bisa menjadi daya tarik wisata kuliner, bagi mereka yang ingin mencicipi jajanan khas di Pontianak. Sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, tidak hanya pada saat bulan Ramadan, tetapi juga pada bulan-bulan lainnya.
"Tidak hanya warga Kota Pontianak yang datang mencicipi, banyak juga warga dari luar yang penasaran dengan rasanya," ujar Edi, dilansir dari siaran rilis yang diterima Hi!Pontianak, Minggu 11 April 2021.
Edi berharap para pedagang sotong pangkong bisa berkreasi dan berinovasi dalam menyajikan produknya. Bisa dengan membuat berbagai varian sambal. Varian sambal yang bermacam-macam akan memberikan alternatif pilihan bagi mereka yang menikmati sotong pangkong.
ADVERTISEMENT
"Sotong pangkong memiliki ciri khas rasa tersendiri karena rasanya sedikit manis. Cara penyajiannya pun cepat yakni dibakar dan dipipihkan dengan palu (dipangkong) Setelah itu dimakan dengan sambal khas. Jadi cara memakannya, rasanya, sensasinya memang beda dengan yang lain," katanya.
Meskipun masih dalam kondisi pandemi, namun ia berharap aktivitas perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Untuk itu, para pedagang sotong pangkong wajib menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, tidak terlalu ramai atau berdesakan, dan ketika dalam keadaan sedang tidak makan, sebaiknya tetap mengenakan masker.
"Jika protokol kesehatan ditaati, maka bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan ekonomi tetap bergerak," pungkasnya.