kumparan
13 Apr 2019 16:42 WIB

Wali Kota Pontianak Gelar Rapat Koordinasi Tangani Kasus Siswi SMP

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memimpin rapat koordinasi penanganan kasus yang melibatkan sejumlah siswi di Kota Pontianak. Foto: Teri Bulat
Hi!Pontianak - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menggelar rapat kordinasi terkait kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat Wali Kota Pontianak. Rapat digelar untuk mendengarkan masukan dari para tokoh dan ahli, terkait permasalahan tersebut.
ADVERTISEMENT
Setelah diversi gagal dilakukan, diversi selanjutnya akan dilakukan kembali pada tahap penuntutan di kejaksaan. Diversi dilakukan untuk memperhatikan kepentingan para anak yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Diversi itu dilengkapi dari semua elemen, kumpul bersama, duduk bersama, ini dilakukan untuk memulihkan kondisi anak. Kita berharap anak-anak cepat pulih, dan dihindari dari masalah-masalah," ungkap Nahar Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Nahar, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA. Foto Teri Bulat
Hasil rapat koordinasi tersebut, adalah semua pihak sepakat untuk menyelamatkan anak-anak, baik pihak pelaku maupun pihak korban. Serta akan ada dilakukan upaya-upaya yang humanis, sesuai dengan perundang-undangan. Selain itu diharapkan juga, semua akan memiliki penilaian yang objektif terhadap peristiwa ini.
"Agar anak tidak mengalami tekanan masalah berikutnya, sehingga kami berharap setelah pertemuan ini rekomendasinya, proses hukumnya bisa selesai dengan cepat, sesuai dengan aturan yang ada. Lalu anak-anak bisa dilindungi dengan baik, khususnya dalam memberikan rasa aman, dan mereka tidak menjadi trauma atau hal lain yang tidak menguntungkan," kata Nahar.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, kepentingan kedua belah pihak harus dipenuhi. "Jangan sampai mereka menderita, nanti di-bully lagi. Lalu kemudian pelaku juga semoga dia menyesali perbuatannya. Bentuk penyesalan itu, dia juga harus buktikan. Jika belum tercapai, itu harus didorong, di sekolah ataupun di lingkungan masyarakatnya," ungkap Nahar.
Ia berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan aturan yang berlaku. Orang tua juga dituntut untuk melindungi dan mengawasi anak, terkait bagaimana anak diberlakukan di lingkungannya. "Jangan dibebani dengan tekanan serta stigma dan isolasi dari masyarakat," ujarnya.
Pertemuan Wali Kota Pontianak dengan perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Foto: Teri Bulat
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, juga minta media untuk menahan diri, agar tidak memperkeruh suasana. "Saya sebagai kepala daerah, untuk bisa melindungi anak-anak, kitaberharap media untuk tenang, menahan diri, untuk tidak terpancing dengan berita yang memperkeruh suasana. Kasihan anaknya, terutama korban dan pelaku," ungkap Edi.
ADVERTISEMENT
Wujud dari upaya humanis yang akan dilakukan tersebut, yakni melakukan koordinasi lapangan dari Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPPAD, Kepolisian, serta Kejaksaan, untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait, agar masalah tersebut dapat diselesaikan. (hp8)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan