Kumparan Logo
Konten Media Partner

Wali Kota Singkawang Besuk Pasien Observasi Corona di RS Abdul Aziz

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memantau aktivitas pasien dari layar televisi. Foto: Dok Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memantau aktivitas pasien dari layar televisi. Foto: Dok Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menjenguk satu keluarga asal Bengkayang yang tengah menjalani observasi virus corona di ruang isolasi RSUD Abdul Azis, Minggu (8/3).

Chui Mie memantau aktivitas keluarga tersebut dari layar televisi yang tersambung dengan kamera pemantau di ruang isolasi. Chui Mie juga sempat berbincang dengan salah seorang anggota keluarga yang ada di dalam ruang isolasi. Perbincangan itu dilakukan dengan telepon internal di depan ruang isolasi.

Kepada wartawan, Chui Mie menjelaskan, dari pantauan kondisi keluarga tersebut secara kasat mata terlihat stabil dan sehat. Sang anak yang berusia 5 tahun, yang kemarin mengalami batuk dan pilek usai melakukan perjalanan ke Korea Selatan, kini tampak riang bermain di dalam ruang isolasi.

“Puji Tuhan baik-baik saja kan, saya dapat kabar dari Kepala Dinas, kondisi adik sudah sehat, tidak batuk demam lagi,” kata Chui Mie saat berbincang dengan salah seorang anggota keluarga yang berada di dalam ruang isolasi tersebut.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, berkomunikasi dengan keluarga yang berada di ruang isolasi melalui sambungan telepon internal. Foto: Dok Hi!Pontianak

Meski terlihat sudah sehat, Chui Mie minta keluarga tersebut tetap bersabar, menunggu hasil laboratorium, yang dijadwalkan akan keluar pada Selasa (10/3) mendatang. “Infonya Selasa nanti hasil (keluar), semoga bisa cepat pulang, kumpul keluarga lagi,” kata Tjhai Chui Mie menyemangati.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Barita Ompusunggu, mengatakan berdasarkan observasi dokter spesialis yang menangani, anak lima tahun yang sempat mengalami demam dan batuk tersebut sudah sembuh dari gejala demam dan batuk. Anggota keluarga yang lain juga tidak mengalami gejala sakit.

Namun, menurut protokol, mereka masih harus menanti hasil laboratorium terhadap sampel lendir yang tengah diperiksa di Litbang Kementerian Kesehatan.

“Sebenarnya hari ini sudah hari ke 14 masa inkubasinya. Pasien demam batuknya sudah hilang, tapi kita tetap mengikuti protokol yang ada, semoga saja hasil tes lab negatif, semoga,” kata Barita Ompusunggu.

Sebelumnya keluarga asal Bengkayang, yang terdiri dari empat orang ini, dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang, lantaran anaknya yang berusia lima tahun mengalami demam dan batuk. Berdasarkan catatan perjalanan, keluarga ini baru pulang dari Korea Selatan, sehingga diambil tindakan preventif berupa penempatan di ruang isolasi, dan pengambilan sampel lendir tenggorokan.