Yuk Menjajal Umrah Secara Virtual untuk Obati Kerinduan ke Tanah Suci

Hi!Pontianak - Ibadah haji hingga umrah terpaksa ditunda karena pandemi virus corona atau COVID-19. Namun, bagi yang keberangkatannya ditunda tahun ini, jangan berkecil hati.
Travalal menghadirkan fitur terbaru untuk menghibur masyarakat yang keberangkatan ibadahnya ke tanah suci tahun ini ditunda. Fitur tersebut adalah Virtual Reality Tourism. Fitur ini akan memberikan layanan berupa tur virtual ibadah umrah bagi calon jemaah yang tertunda karena wabah corona.
Program tur virtual itu menggunakan teknologi video 360 derajat dan live tour menggunakan aplikasi video conference. Dalam wisata online itu, peserta akan ditemani dan dibimbing oleh pemandu wisata untuk mengetahui informasi mengenai tempat-tempat yang dikunjungi.
"Umroh secara virtual menggunakan video VR dan dipandu secara live oleh muthowif langsung dari Makkah melalui video conferencing. Video conferencing juga di-develop oleh Travalal sendiri. Video Conference yang lain tidak support untuk pemutaran video VR. Jika ada yang ingin umrah online bisa cek jadwalnya di website Travalal," kata Kahar Nauli, Commercial dan Business Travalal Virtual kepada Hi!Pontianak, Rabu (10/6).
Bagi calon jemaah yang ingin mengikuti tur umrah virtual tersebut bisa mengakses laman Travalal. Setelah itu, akan ada jadwal dilaksanakannya perjalanan umrah virtual tersebut. Bulan ini akan dilangsungkan pada 13 Juni, 20 Juni dan 27 Juni 2020.
"Untuk sekarang masih free, ada donasi tapi sukarela," ujarnya.
Selain memberikan layanan tur virtual umroh, Travalal juga menghadirkan tur virtual untuk destinas wisata lainnya, baik lokal maupun mancanegara. Kahar mengatakan, alternatif pariwisata tanpa mobilitas ini dibentuk inisitatif memberikan hiburan kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
"Awal mula idenya, kami ingin menghibur netizen dan juga ingin memberi kegiatan dan sumber penghasilan baru bagi travel-travel agen, tour guide, tour leader dan para pelaku industri pariwisata lainnya melalui tour virtual. Jadi bagi calon wisatawan, Travalal virtual itu sebagai preferensi awal sebelum mereka memutuskan mengunjungi suatu destinasi," ungkap Kahar.
Selain itu, program tersebut juga untuk membantu para pelaku usaha mempromosikan produk atau service kepada calon wisatawan
"Di tur virtual ini pun para pelaku usaha bisa mempromosikan produk atau service mereka sembari memandu para penonton. Bagi para pelaku industri pariwisata ini sebagai channel distribusi baru untuk marketing dan promosi produk dan service mereka," ucap Kahar.
Bagi sebagian besar masyarakat tentunya perjalanan secara virtual ini akan menjadi pengalaman baru, menjelajahi berbagai macam tempat wisata dengan tetap berada di rumah. Virtual tourism bisa menjadi preferensi bagi wisatawan sebelum mengambil keputusan untuk pergi berwisata.
