Konten dari Pengguna

Kenali Dampak dan Cara Mengatasi FOMO (Fear of Missing Out)

Hizmah Namira Azzahra

Hizmah Namira Azzahra

Mahasiswi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hizmah Namira Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

FOMO atau fear of missing out atau dalam bahasa Indonesia adalah ketakutan akan ketertinggalan yang banyak dialami oleh remaja saat ini. Mereka yang mengalami ini akan selalu memaksakan dirinya agar selalu update tentang hal apapun, sekalipun dia tidak menyukainya. Tapi, seperti apa sebenernya sih FOMO itu? apa definisinya? apa penyebabnya? bagaimana cara mengatasinya? apakah ini normal? mari kita bahas tuntas!

Kenali Dampak dan Cara Mengatasi FOMO (Fear of Missing Out)
zoom-in-whitePerbesar

FOMO itu apa, sih?

FOMO itu seperti kita takut banget nih kalo kita bakal ketinggalan sesuatu yang lagi booming. Atau bisa aja nih karena orang terdekat kita melakukan sesuatu dan kita ingin ikut-ikutan karena takut nanti tidak punya topik bahasan.

Misalnya begini, kamu adalah anak yang pendiam dan hanya memiliki satu teman dekat. Suatu hari, dia ingin mengikuti sebuah acara di sekolah. Kamu pun mulai berpikir tentang keputusanmu untuk ikut atau tidak. Jika kamu ikut, kamu akan kurang merasa nyaman di keramaian karena lebih suka menyendiri. Namun, jika kamu tidak ikut, temanmu akan mendapatkan momen berharga tanpamu. Dan akhirnya, kamu lebih memilih untuk ikut.

Itu adalah contoh FOMO yang cukup menganggu. Mungkin memang bagus jika kamu ingin mencoba hal yang baru. Tapi, terlalu memaksakan diri juga bukanlah hal yang baik.

Apa penyebabnya dan bagimana dampaknya?

FOMO biasanya terjadi di kalangan remaja. Di masa ini, mereka ingin mencari validitas dari orang lain. Ketika ada suatu tren yang sedang hangat, mereka berlomba-lomba mengikuti tren tersebut. Media sosial bisa dijadikan tempat untuk mencari validitas sekaligus memancing perilaku FOMO. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Kita ambil satu contoh isu yang sedang hangat diperbincangkan yaitu konser HITC atau head in the clouds. Konser ini menampilkan berbagai musisi dan juga penyanyi seperti YOASOBI, NIKI, Rich Brian, dll. Konser ini diminati oleh banyak remaja Indonesia.

Lalu, hubungannya dengan sosial media seperti apa? Misalnya begini, seseorang mengunggah postingan tentang konser tersebut. Lalu, salah satu teman ingin ikut karena takut ketinggalan tren hangat ini. Padahal dia belum memikirkan matang-matang hal ini dan dia tetap bersihkeras untuk mengikuti konser ini.

FOMO membuat orang selalu memaksakan dirinya walaupun dia tahu dia tidak mampu tapi dia tetap lakukan itu. Dia selalu berpikir bahwa dia akan dicap "tidak asik" karena gak mengikuti hal terbaru. Jika ini dibiarkan terus menerus, yang pasti akan sangat merugikan orang lain.

Bagaimana cara mengatasinya?

Mungkin ada beberapa diantara kalian yang merasa dirinya memiliki perilaku FOMO. Selama itu hanya dijadikan inspirasi untuk belajar hal baru dan tidak sampai memaksakan dirimu sendiri, itu masih normal, ya. Inilah beberapa tips yang bisa kamu coba lakukan:

  1. Ubah perspektifmu, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Kenapa? Karena garis start dan finish kalian berbeda, progress kalian pun berbeda. Tiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

  2. Mengurangi penggunaan media sosial pun bisa bantu mengurangi kemungkinan terjadinya perilaku FOMO.

  3. Sadari kemampuan diri sendiri. Oke, disini maksudnya bukan berhenti untuk belajar. Tapi, tiap manusia ada batas kemampuannya masing-masing yang mungkin belum mampu dikembangkan lebih jauh.

  4. Syukuri dirimu apa adanya. Menjadikan pencapaian seseorang sebagai inspirasi atau contoh atau teladan memang bagus. Tapi, jangan lupa bahwa kamu juga memiliki porsi rezekimu sendiri.

  5. Jangan mudah terhasut teman. Kamu harus punya pendirian! Kamu harus tau apa saja yang kamu butuhkan dan kamu senangi. Jangan hanya karena orang lain melakukan itu, kamu pun ikut-ikutan melakukannya juga.

Cukup sekian informasi seputar FOMO atau Fear of Missing out. Ingatlah! Tetaplah bersyukur dan jangan mudah terhasut orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak kamu butuhkan atau tidak kamu senangi.