kumparan
KONTEN PENGGUNA
4 Juli 2019 15:00

Pentingnya Mengetahui Bahaya Perkawinan Sedarah bagi Kesehatan

Untitled Image
Ilustrasi saudara sedarah. Foto: pixabay
Hubungan antara adik dan kakak dalam suatu keluarga sudah semestinya dijalankan dengan ikatan persaudaraan yang akur. Akan tetapi, lain cerita bila ikatan tersebut terjalin terlalu jauh dari apa yang seharusnya, seperti pernikahan sedarah.
ADVERTISEMENT
Belum lama ini, mungkin kita mendengar atau membaca pemberitaan soal kakak-adik kandung yang terlibat dalam perkawinan sedarah. Ini tentunya menyimpang dari norma sosial yang terdapat di Indonesia.
Bukan tanpa alibi, walaupun dikatakan ada suatu bentuk tradisi atau pun kepercayaan tertentu, perkawinan sedarah nyatanya menyimpan segudang bahaya untuk kesehatan, lebih-lebih untuk keturunannya.

Bahaya Perkawinan Sedarah bagi Kesehatan

Mungkin tidak pernah terbayangkan di pikiranmu tentang apa yang akan terjadi bila seorang kakak menikahi adik kandungnya sendiri. Perkawinan sedarah, atau incest, merupakan sistem pernikahan antara 2 orang yang berasal dari 1 garis keluarga. Misalnya bapak dengan anak perempuannya, ibu dengan anak laki-lakinya, atau pun kakak dengan adik kandungnya.
Tidak cuma dianggap tabu, pernikahan sedarah pula bisa menimbulkan permasalahan kesehatan serius pada keturunannya nanti. Berikut ini berbagai bahaya perkawinan sedarah yang wajib kamu ketahui.
ADVERTISEMENT
1. Sistem Imun yang Rendah
Secara umum, setiap manusia mempunyai 2 pasang gen di dalam tubuh, satu dari sisi bapak serta satu dari sisi ibu. Kedua gen yang berbeda inilah yang menentukan apakah seorang anak nantinya hendak lahir sehat atau tidak, bergantung dari keadaan genetik kedua ibu dan bapaknya.
Singkatnya, seorang anak dari perkawinan sedarah tentunya akan mempunyai genetik yang sangat mirip, sehingga membuat DNA anak tersebut tidak bervariasi.
Minimnya variasi DNA yang dihasilkan dari perkawinan sedarah bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh (imun) karena minimnya jumlah alel Major Histocompatibility Complex (MHC).

Alel merupakan bentuk-bentuk alternatif dari gen pada suatu lokus.

MHC itu sendiri merupakan sekelompok gen yang bertugas mencegah berbagai macam penyakit. Semakin beragam variasi dari alel, maka MHC dapat bekerja secara maksimal dan mampu melewati penyakit dalam badan dengan lebih mudah lantaran mengenali zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
Kebalikannya dengan anak dari perkawinan sedarah, anak tersebut akan memiliki variasi alel yang sedikit, sehingga cenderung lebih mudah sakit karena tubuh mengalami kesulitan untuk mengetahui zat-zat asing yang masuk.
2. Anak Lahir Cacat
Perkawinan sedarah yang berasal dari satu garis keluarga kemungkinan besar memiliki keturunan yang cacat. Dalam suatu riset tahun 2008 yang mengaitkan 48 permasalahan incest, para pakar menemukan bahwa perkawinan terlarang ini dapat meningkatkan risiko anak lahir dengan cacat.
Didukung oleh riset di Cekoslowakia, hampir 42 persen anak dari hasil perkawinan sedarah lahir dengan cacat parah serta wafat kala proses dilahirkan. Sedangkan 11 persen lainnya mempunyai risiko keterbelakangan mental.
3. Hemofilia
Walau tidak selalu dari perkawinan sedarah, tetapi pernikahan yang terlarang ini juga dapat menimbulkan anak berisiko besar terserang hemofilia.
ADVERTISEMENT
Hemofilia merupakan kelainan genetik pada darah yang disebabkan kekurangan faktor pembekuan darah. Keadaan ini dapat terjadi akibat mutasi pada kromosom X serta dapat diturunkan dari sepanjang garis keluarga ibu.
Karena wanita memiliki dua pasang kromosom X, maka anak perempuan harus mewarisi dua pasang genetik yang cacat untuk dapat mengidap hemofilia.
Di sisi lain, laki-laki mempunyai satu kromosom X serta satu kromosom Y. Perihal ini menimbulkan laki-laki memiliki risiko mengidap hemofilia walaupun hanya memperoleh 1 genetik cacat dari ibu dan bapaknya. Anak hasil keturunan incest dapat mewarisi 2 salinan gen rusak sekaligus yang diturunkan dari ibunya.
4. Penyakit Autosomal Resesif
Setiap orang biasanya membawa gen penyakit keturunan yang diwariskan oleh salah satu ibu dan bapaknya. Misalnya, seorang bapak menderita diabetes, sebaliknya seorang ibu tidak.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, bapak akan mewariskan 50 persen gen "rusak" tersebut pada badan anaknya, sedangkan 50 persen sisanya diselamatkan oleh gen sehat dari ibu. Dengan demikian, anak tersebut belum tentu mengidap penyakit diabetes selama pola hidup sehatnya terjaga.
Lain kondisi dengan anak hasil perkawinan sedarah, anak tersebut umumnya hendak membawa gen penyakit keturunan dengan risiko yang lebih besar dan keadaan ini dapat disebut dengan penyakit autosomal resesif.
Penyakit autosomal resesif merupakan penyakit yang diakibatkan oleh kelainan genetik yang diturunkan oleh kedua ibu dan bapaknya. Contoh penyakit autosomal resesif merupakan albinisme (albino), anemia sel sabit, fibrosis kistik, dan lain-lain.
Pada permasalahan perkawinan sedarah, baik bapak atau pun ibu akan menurunkan gen yang mirip pada anaknya. Ambil contoh, jika seorang bapak menderita albinisme maka anak beserta pasangannya (kakak atau adiknya) memiliki peluang masing-masing 50 persen untuk membawa genetik yang rusak.
ADVERTISEMENT
Walaupun 50 persen, tetapi kondisinya kedua pasangan tersebut membawa genetik yang rusak. Dan keturunannya pun akan membawa alel resesif albinisme dengan peluang antara 25 persen hingga 100 persen.
Namun, ini bukan berarti bahwa albinisme, anemia sel sabit, atau fibrosis kistik dapat terjadi hanya karena dengan perkawinan sedarah.
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memilih pasangan yang tepat dan bukan saudara kandung atau dalam satu garis keluarga. Carilah pasangan yang sehat agar nantinya kamu dapat melahirkan keturunan yang sehat dan sempurna.
Sumber artikel: HonestDocs
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan