Konten dari Pengguna

Bagaimana Mekanisme Makan dan Minum yang Terjadi Pada Manusia?

Honesty Rahmi Putri

Honesty Rahmi Putri

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Honesty Rahmi Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Honesty Rahmi
zoom-in-whitePerbesar
Honesty Rahmi

Tau gak bagaimana mekanisme makan dan minum yang terjadi pada manusia?

Makan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Manusia memiliki preferensi makanan sejak dalam kandungan, kok bisa? Hal itu terjadi karena makanan yang dimakan oleh ibu hamil dapat dirasakan bayi dalam kandungan.

Ilustrasi "Hungry Hormones". Foto: Honesty Rahmi.

Mengapa kita makan?

Kita makan karena pengaruh tiga sinyal berikut

  1. Sinyal dari lingkungan, kita makan karena untuk kelangsungan hidup (survival).

  2. Sinyal dari lambung yang dikendalikan oleh ghrelin yaitu sinyal lapar jangka pendek.

  3. Sinyal metabolisme, kita makan karena kebutuhan metabolisme. Ketika kadar gula kita menurun (glukoprivasi), maka akan menimbulkan rasa lapar. Selain itu hal yang dapat menimbulkan rasa lapar yaitu ketika kadar lemak kita menurun (lipoprivasi).

Bagaimana kita bisa merasakan bahwa kita sudah kenyang?

Rasa kenyang bisa terasa karena beberapa faktor

  1. Faktor kepala ketika indra penciuman, perasa, dan penglihatan sudah merasa cukup dengan makanan yang kita makan.

  2. Faktor lambung dan usus. Lambung memiliki reseptor nutrisi jadi ketika perut kembung hal tersebut menandakan bahwa kita sudah kenyang.

  3. Faktor hati dan usus, pada saat hati menerima nutrisi dari usus dan mengirim sinyal ke otak yang menghasilkan rasa kenyang.

  4. Insulin, otak memiliki reseptor insulin yang membawa pesan rasa kenyang.

Lalu bagaimana kita bisa merasakan haus?

Pasti kebanyakan dari kita sering makan makanan yang gurih atau asin. Jadi garam bisa mempercepat rasa haus, kenapa? Karena NaCl yang terkandung dalam garam mengikat air sehingga kandungan air dalam tubuh berkurang. Selain itu, manusia memiliki Nukleus preoptik median, yaitu pengendali rasa haus yang dimiliki oleh angiotensin.

Manusia memiliki 2 tipe rasa haus yaitu,

a. Osmometrik, terjadi karena kepekatan cairan intrasel meningkat sehingga menarik keluar air dari sel. Rasa haus ini membutuhkan air sebagai solusinya yang dipengaruhi hormon sekresi vasopresin. Lokasi reseptor rasa haus osmometrik yaitu OVLT (Bagian otak yang berhubungan dengan ventrikel ketiga).

b.Volumetrik, terjadi karena penurunan volume darah. Rasa haus ini membutuhkan air yang mengandung molekul terlarut (Natrium). Dipengaruhi oleh hormon yang ditingkatkan oleh angiotensin II (lapar garam). Lokasi reseptor adalah reseptor yang memantau tekanan darah pada vena, organ subfornical yang berbatasan dengan ventrikel ketiga dan ginjal.

Eating Disorder

Eating disorder adalah gangguan mental pada manusia yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat atau tidak wajar. Manusia memiliki macam-macam eating disorder yang dapat dialami.

  1. Obesitas, adalah kondisi yang terjadi akibat lemak yang menumpuk sangat banyak di dalam tubuh. Obesitas dapat terjadi karena seringnya mengkonsumsi makan-makanan cepat saji.

  2. Anoreksia, adalah kondisi dimana manusia enggan untuk makan karena takut berat badan akan naik

  3. Bulimia, hampir sama dengan anoreksia yang sama-sama takut berat badannya naik. Pengidap bulimia akan makan lebih banyak dengan diikuti memuntahkan makanan .

  4. Pica, adalah gangguan pola makan yang ditandai dengan kebiasaan mengkonsumsi sesuatu yang tidak layak makan.

  5. Binge eating, adalah kecenderungan makan yang berlebihan diikuti rasa bersalah setelah makan.

  6. Rumination disorder, adalah kondisi ketika seseorang berulang kali memuntahkan makanan yang belum dicerna sempurna, lalu mengunyahnya kembali dan menelannya.

  7. ARFID, (Avoidant & Restrictive Food Intake Disorder) adalah kondisi menghindari makanan karena karakteristik tertentu seperti tekstur, warna, bau, atau rasa pada makanan.

  8. Night eating syndrome, adalah suatu gangguan makan yang ditandai dengan tertundanya ritme sirkadian atau irama tubuh yang mengatur jam makan. Akibatnya memiliki kebiasaan makan pada tengah malam.

  9. Purging disorder, adalah kondisi dimana pengidap mengharuskan membersihkan diri setelah mengkonsumsi makanan.

Referensi:

Kalat., J.W. (2020). Biopsikologi. Jakarta: Salemba Humanika

Katyusha, W. (2022). Eating Disorder: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya. Hello Sehat. Retrieved November 14, 2022, from https://hellosehat.com/mental/gangguan-makan/eating-disorder/