Konten dari Pengguna

Menyusuri Kota Lama Semarang, Kawasan Bersejarah yang Kian Hidup

Noni Afrilia

Noni Afrilia

Mahasiswi S1 Keperawatan Tingkat 1B Universitas Al-Irsyad Cilacap

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Noni Afrilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota Lama Semarang menjadi salah satu kawasan bersejarah yang terus menarik perhatian wisatawan. Deretan bangunan kolonial, jalanan batu, dan suasana klasik menjadikan kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang publik yang hidup di tengah kota. Kawasan yang kerap dijuluki Little Netherland ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda sejak abad ke-18. Pada masanya, Kota Lama berfungsi sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi. Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terasa kuat melalui bangunan-bangunan tua yang tetap berdiri kokoh.

foto milik pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
foto milik pribadi.

Salah satu bangunan yang paling mencuri perhatian adalah Gedung Marba. Bangunan berwarna merah bata ini terletak di sudut kawasan Kota Lama dan dikenal sebagai salah satu ikon arsitektur kolonial di Semarang. Gedung Marba dahulu dimiliki oleh saudagar kaya keturunan Arab dan menjadi simbol aktivitas perdagangan pada masa itu. Kini, bangunan tersebut kerap menjadi latar favorit wisatawan untuk berfoto. Selain Gedung Marba, Kota Lama juga dipenuhi bangunan bersejarah lain yang telah beralih fungsi. Banyak di antaranya dimanfaatkan sebagai kafe, galeri seni, dan ruang kreatif. Perubahan ini membuat Kota Lama tak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat.

foto milik pribadi.

Revitalisasi kawasan yang dilakukan beberapa tahun terakhir turut membawa perubahan signifikan. Penataan infrastruktur, perbaikan drainase, serta pengaturan lalu lintas membuat Kota Lama lebih ramah bagi pejalan kaki. Upaya tersebut sekaligus menjaga kawasan ini dari masalah rob yang sebelumnya kerap terjadi. Kini, Kota Lama Semarang menjadi contoh bagaimana kawasan bersejarah bisa tetap relevan dengan perkembangan zaman. Sejarah tidak hanya tersimpan dalam bangunan, tetapi juga hadir dalam aktivitas masyarakat yang terus menghidupkan kawasan ini.