Konten dari Pengguna

5 Bone Conduction Headphone Terbaik 2026 dengan Desain Open-ear

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustasi bone conduction headphone terbaik 2026. Foto: JETE
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi bone conduction headphone terbaik 2026. Foto: JETE

Bone conduction headphone menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin menikmati musik tanpa menutup telinga. Berbeda dengan headphone konvensional yang menyalurkan suara melalui gendang telinga, teknologi bone conduction menghantarkan getaran suara melalui tulang pipi langsung ke telinga bagian dalam.

Berkat desain open-ear, pengguna tetap dapat mendengar suara di sekitar sehingga lebih aman dan nyaman digunakan. Selain itu, model terbaik umumnya dibekali kualitas suara yang jernih, baterai tahan lama, bobot ringan, sertifikasi tahan air, dan konektivitas Bluetooth yang stabil.

Jika sedang mencari bone conduction headphone terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, simak rekomendasi berikut ini!

Rekomendasi Bone Conduction Headphone Terbaik 2026

Ilustrasi bone conduction headphone terbaik 2026. Foto: H20 Audio

Berikut ini beberapa rekomendasi bone conduction headphone terbaik 2026 yang bisa Anda pertimbangkan:

1. H2O Audio Tri 2 Pro Multi-Sport

Rekomendasi pertama adalah H20 Audio Tri 2 Pro Multi-Sport. Headphone ini cocok digunakan untuk aktivitas di darat maupun di dalam air, sehingga menjadi pilihan favorit bagi atlet triathlon. Kualitas suaranya tetap jernih, baik saat digunakan di dalam maupun di luar air.

H2O Audio Tri 2 Pro Multi-Sport juga dibekali penyimpanan internal 8 GB yang memungkinkan pengguna memutar musik tanpa koneksi Bluetooth.

2. YouthWhisper Bone Conduction Headphone

YouthWhisper Bone Conduction Headphone sudah menggunakan Bluetooth 5.0 dengan koneksi yang stabil. Waktu pengisian dayanya sekitar dua jam dan mampu memberikan hingga enam jam pemakaian.

Dari segi audio, suara yang dihasilkan terdengar jernih. Selain itu, desainnya ringan dan nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari.

3. Shokz OpenMeet UC

Berbeda dari kebanyakan bone conduction headphone yang dirancang untuk olahraga, Shokz OpenMeet UC lebih ditujukan untuk kebutuhan kerja dan komunikasi. Headset ini menggabungkan teknologi bone conduction dan air conduction dengan desain over-the-head yang dilengkapi boom microphone khusus.

Keunggulan utamanya terletak pada kualitas mikrofon yang mampu menangkap suara dengan jernih sekaligus meredam kebisingan di sekitar.

4. Nakamichi OP-SP901

Nakamichi OP-SP901 hadir dengan teknologi multi-point yang memungkinkan headphone terhubung ke dua perangkat sekaligus. Desainnya juga dibuat dengan fit agar tetap nyaman dan tidak mudah lepas saat digunakan.

Mengusung teknologi open-ear air conduction, headphone ini memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar sambil menikmati audio.

5. JETE OpenFast

JETE OpenFast layak dipertimbangkan berkat desainnya yang ringan dengan bobot hanya 28 gram. Headphone ini juga memiliki rangka yang fleksibel dan dapat ditekuk hingga 360 derajat Daya tahannya pun cukup impresif dengan waktu siaga hingga 300 jam serta waktu pemutaran musik hingga 8 jam.

Perangkat ini dibekali teknologi bone conduction dan Bluetooth 5.2 yang menghasilkan koneksi lebih cepat dan stabil.

Baca Juga: 5 Headphone Over Ear Terbaik, Ini Rekomendasinya

(NSF)