Konten dari Pengguna

5 Cara Memilih Power Bank yang Bagus agar Tak Salah Beli

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memilih power bank yang bagus. Foto: Anker
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memilih power bank yang bagus. Foto: Anker

Powerbank merupakan aksesori penting bagi para pengguna gawai, seperti smartphone, tablet, dan laptop. Ada banyak variasi bank daya di pasaran. Maka dari itu, memilih power bank yang bagus memerlukan perhatian khusus.

Untuk memilih power bank yang bagus, pembeli perlu memperhatikan faktor kapasitas, kecepatan pengisian daya, jenis port, indikator daya, berat, dan desain. Berikut cara memilih power bank yang bagus agar tidak salah beli.

Cara Memilih Power Bank yang Bagus

Ilustrasi cara memilih power bank yang bagus. Foto: Freepik

Setidaknya ada lima faktor utama dalam menentukan power bank yang bagus, yakni kapasitas baterai, kecepatan isi daya, jenis konektivitas, berat, desain, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Berikut penjelasan selengkapnya tentang cara memilih power bank yang bagus.

1. Tentukan Kapasitas Power Bank yang Dibutuhkan

Salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah kapasitas daya. Ini biasanya diukur dalam satuan milliampere-hour (mAh). Semakin besar angka mAh, semakin banyak daya yang dapat disimpan oleh power bank. Berikut panduan kapasitas sesuai kebutuhan penggunaan.

  • Di bawah 7.500 mAh: Cocok untuk pengisian daya smartphone 1 hingga 3 kali, ukuran kecil, dan mudah dibawa.

  • 7.500-14.999 mAh: Ukuran sedang, dapat mengisi smartphone hingga 4 hingga 5 kali, ideal untuk kebutuhan sehari-hari.

  • Lebih dari 15.000 mAh: Kapasitas besar untuk penggunaan intensif, cocok untuk mengisi daya beberapa perangkat. Biasanya membutuhkan tas untuk membawanya, karena ukurannya agak besar.

Perlu diingat, semakin besar kapasitas power bank, semakin besar pula ukurannya. Selain itu, kapasitas di atas 27.000 mAh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

2. Perhatikan Kecepatan Pengisian Daya

Ilustrasi cara memilih power bank yang bagus. Foto: Redmi

Kecepatan pengisian daya power bank diukur menggunakan tegangan (volt) dan arus listrik (ampere). Kombinasi keduanya menghasilkan daya (watt) yang menunjukkan total tenaga yang dapat diberikan.

Jika pengguna ingin mengisi daya perangkat dengan cepat, pilih power bank dengan daya tinggi. Meski begitu, pastikan kecepatan pengisian ini sesuai dengan kebutuhan perangkat.

3. Cek Port Input dan Output

Power bank biasanya dilengkapi port USB-A untuk input dan output, tetapi banyak model baru juga menyediakan USB-C yang lebih cepat dan efisien. Beberapa model mungkin masih memiliki port micro USB untuk pengisian daya power bank itu sendiri.

Selain itu, beberapa power bank telah dilengkapi fitur pengisian daya wireless. Saat memilih, pastikan port dan konektivitas power bank yang tersedia sesuai dengan perangkat yang sering digunakan.

Baca Juga: 4 Power Bank Tahan Banting dan Benturan

4. Pastikan Ada Indikator Daya

Indikator daya dapat membantu pengguna memantau status baterai power bank. Fitur ini biasanya disematkan berupa lampu LED kecil.

Fitur indikator sering kali diabaikan, padahal sangat berguna untuk memastikan kapan power bank perlu diisi ulang.

5. Pertimbangkan Berat dan Desain

Berat dan desain power bank memengaruhi kenyamanan saat membawanya. Bank daya berkapasitas besar biasanya lebih berat dan tak muat di saku, sehingga lebih cocok dibawa dalam tas. Sebaliknya, power bank berkapasitas 6.000—10.000 mAh cukup ringan dan praktis untuk digunakan di acara satu hari.

Pertimbangkan juga desain dengan cara memilih yang ramping dan ergonomis agar kenyamanan yang didapat semakin optimal.

(SLT)