Konten dari Pengguna

50 Perintah Dasar Linux yang Wajib Dipahami Pemula

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Linux merupakan sistem operasi berbasis Unix yang open-source. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Linux merupakan sistem operasi berbasis Unix yang open-source. Foto: Unsplash.com

Perintah dasar Linux adalah instruksi untuk mengelola sistem operasi Linux melalui antarmuka baris perintah (CLI). Dengan perintah ini, pengguna dapat mengelola fail, mengontrol proses, dan mengonfigurasi sistem.

Linux merupakan sistem operasi berbasis Unix yang menjadi sumber terbuka (open-source). Artinya, siapa saja dapat mengakses, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sumbernya secara bebas.

Bagi pemula yang ingin memahami dan menguasai Linux, ada sejumlah perintah dasar yang penting untuk dipelajari. Berikut daftar perintah dasar Linux yang wajib dikuasai pemula.

Daftar Perintah Dasar Linux

Perintah dasar Linux adalah sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengelola dan mengoperasikan sistem operasi Linux. Foto: Pexels.com

Dihimpun dari laman Ubuntu dan Hostinger, berikut daftar perintah atau command dasar yang digunakan di Linux.

  1. ls: Menampilkan daftar fail dan folder di dalam suatu direktori (folder). Misalnya, ls menampilkan isi folder yang sedang dibuka.

  2. pwd: Menunjukkan lokasi folder yang sedang dibuka. Misalnya, jika pengguna sedang berada di folder "Dokumen," pwd akan menampilkan lokasi folder tersebut.

  3. cd: Mengganti folder yang dibuka Misalnya, "cd Dokumen" akan memindahkan pengguna ke folder "Dokumen."

  4. mkdir: Membuat folder baru. Misalnya, mkdir Proyek akan membuat folder bernama "Proyek."

  5. rmdir: Menghapus folder kosong. Misalnya, rmdir Proyek akan menghapus folder "Proyek" jika tidak ada isinya.

  6. rm: Menghapus fail atau folder. Misalnya, rm file.txt akan menghapus file bernama "file.txt."

  7. cp: Menyalin fail atau folder. Misalnya, cp file.txt salinan.txt akan membuat salinan dari "file.txt" menjadi "salinan.txt."

  8. mv: Memindahkan atau mengganti nama fail atau folder. Misalnya, mv file.txt dokumen.txt akan mengganti nama "file.txt" menjadi "dokumen.txt."

  9. touch: Membuat fail baru yang kosong. Misalnya, touch catatan.txt akan membuat fail kosong bernama "catatan.txt."

  10. file: Mengetahui jenis fail. Misalnya, fail catatan.txt akan memberi tahu apakah itu fail teks, gambar, atau jenis lainnya.

  11. zip/unzip: Mengompres (memadatkan) fail menjadi satu fail ZIP atau mengekstrak (membuka) fail ZIP. Misalnya, zip file.zip file.txt akan mengompres "file.txt" menjadi "file.zip."

  12. tar: Menggabungkan beberapa fail menjadi satu arsip (mirip dengan ZIP, tetapi tanpa kompresi). Misalnya, tar -cvf arsip.tar file.txt akan membuat arsip dari "file.txt."

  13. nano/vi/jed: Mengedit fail teks. Misalnya, nano catatan.txt akan membuka fail "catatan.txt" untuk diedit.

  14. cat: Menampilkan isi fail. Misalnya, cat catatan.txt akan menampilkan isi fail "catatan.txt" di layar.

  15. grep: Mencari kata atau kalimat dalam fail. Misalnya, grep "kata" catatan.txt akan mencari kata "kata" di dalam file "catatan.txt."

  16. sed: Mengganti kata atau kalimat dalam fail. Misalnya, sed 's/merah/biru/' warna.txt akan mengganti kata "merah" menjadi "biru" di fail "warna.txt."

  17. head: Menampilkan beberapa baris pertama dari fail. Misalnya, head catatan.txt akan menampilkan 10 baris pertama dari "catatan.txt."

  18. tail: Menampilkan beberapa baris terakhir dari fail. Misalnya, tail catatan.txt akan menampilkan 10 baris terakhir dari "catatan.txt."

  19. awk: Mencari dan memproses data dalam fail. Misalnya, awk '{print $1}' data.txt akan menampilkan kolom pertama dari "data.txt."

  20. sort: Mengurutkan isi fail. Misalnya, sort daftar.txt akan mengurutkan isi fail "daftar.txt" secara alfabetis.

  21. cut: Memotong bagian tertentu dari fail. Misalnya, cut -d ',' -f1 daftar.csv akan menampilkan kolom pertama dari fail CSV.

  22. diff: Membandingkan dua fail dan menampilkan perbedaannya. Misalnya, diff file1.txt file2.txt akan menunjukkan apa yang berbeda di antara kedua fail tersebut.

  23. tee: Menyimpan hasil perintah ke fail sambil tetap menampilkannya di layar. Misalnya, ls | tee daftar.txt akan menampilkan isi folder di layar dan menyimpannya di "daftar.txt."

  24. locate: Mencari fail dengan cepat. Misalnya, locate file.txt akan mencari fail bernama "file.txt" di seluruh sistem.

  25. find: Mencari fail dalam folder tertentu. Misalnya, find . -name "file.txt" akan mencari file bernama "file.txt" di dalam folder yang dibuka.

  26. sudo: Menjalankan perintah dengan hak akses administrator. Misalnya, sudo apt-get update akan memperbarui sistem dengan hak akses administrator.

  27. su/whoami: su untuk beralih ke pengguna lain, whoami untuk melihat pengguna yang sedang aktif.

  28. chmod: Mengubah izin akses fail atau folder. Misalnya, chmod 755 file.txt akan mengatur izin fail "file.txt."

  29. chown: Mengganti pemilik fail atau folder. Misalnya, chown pengguna file.txt akan mengubah pemilik fail "file.txt" menjadi "pengguna."

  30. useradd/passwd/userdel: useradd untuk membuat pengguna baru, passwd untuk mengubah kata sandi, userdel untuk menghapus pengguna.

  31. df: Melihat penggunaan disk. Misalnya, df akan menunjukkan berapa banyak ruang disk yang digunakan.

  32. du: Melihat ukuran folder dan isinya. Misalnya, du -h akan menampilkan ukuran folder dengan satuan yang mudah dibaca.

  33. top: Menampilkan proses yang sedang berjalan dan penggunaan sumber daya sistem.

  34. htop: Mirip dengan top, tetapi dengan tampilan yang lebih mudah dibaca.

  35. ps: Menampilkan proses yang sedang berjalan pada saat tertentu.

  36. uname: Menampilkan informasi tentang sistem, seperti jenis kernel yang digunakan.

  37. hostname: Menampilkan nama komputer di jaringan.

  38. time: Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan perintah.

  39. systemctl: Mengelola layanan di sistem Linux, seperti memulai atau menghentikan layanan.

  40. watch: Menjalankan perintah berulang kali dan menampilkan hasilnya. Misalnya, watch df akan terus-menerus memperbarui tampilan penggunaan disk.

  41. jobs: Menampilkan daftar tugas atau proses yang sedang berjalan di shell.

  42. kill: Menghentikan proses tertentu dengan ID prosesnya.

  43. shutdown: Mematikan atau memulai ulang (restart) komputer. Misalnya, shutdown -h now akan mematikan komputer segera.

  44. ping: Memeriksa koneksi jaringan dengan mengirimkan paket data ke server.

  45. wget: Mengunduh fail dari Internet. Misalnya, wget https://contoh.com/file.zip akan mengunduh file dari URL tersebut.

  46. cURL: Mengirim atau menerima data dari server menggunakan URL. Misalnya, curl https://api.contoh.com/data akan mengambil data dari API tersebut.

  47. scp: Menyalin fail antara komputer di jaringan dengan aman.

  48. rsync: Menyinkronkan fail antara dua lokasi, memastikan keduanya memiliki isi yang sama.

  49. ip: Menampilkan dan mengelola pengaturan jaringan, seperti alamat IP.

  50. netstat: Menampilkan informasi tentang koneksi jaringan dan port yang terbuka.

Kode-kode ini dapat dimasukan pada Terminal atau Console untuk memulai perintah yang diinginkan. Pastikan untuk memasukkan kode dengan benar agar sistem dapat menjalankan perintah dengan tepat.

(SAI)