Konten dari Pengguna
7 Cara Mengatasi AC Bau Apek: Udara Lebih Sehat dan Segar
17 November 2025 17:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
7 Cara Mengatasi AC Bau Apek: Udara Lebih Sehat dan Segar
Jika dibiarkan, bau apek pada Air Conditioner (AC) bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagaimana cara mengatasi AC bau apek? Simak panduannya di sini! How To Tekno
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Air Conditioner (AC) bau apek adalah masalah yang sering membuat ruangan terasa tidak nyaman. Masalah ini bisa terjadi pada AC merek apapun, bahkan merek terbaik.
ADVERTISEMENT
Bau tidak sedap ini umumnya muncul karena ada masalah yang tidak segera ditangani, mulai dari debu yang menumpuk, jamur, hingga komponen AC yang bermasalah.
Jika dibiarkan, bau apek bisa semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya sekaligus cara mengatasi AC bau apek. Catat penjelasannya di sini!
Penyebab Air Conditioner (AC) Bau Apek
Sebenarnya apa alasan AC bisa berbau apek? Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Filter Penuh Debu dan Kotoran
Penumpukan debu di filter AC menjadi sumber bau paling umum. Saat AC dinyalakan, debu yang menempel terbawa aliran udara sehingga memicu aroma tidak sedap. Karena itu, filter harus dibersihkan atau diganti secara rutin sesuai anjuran pabrikan.
ADVERTISEMENT
2. Komponen AC Bermasalah
Kerusakan pada bagian internal AC, seperti kompresor atau kabel yang korslet, dapat menyebabkan bau seperti benda terbakar. Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa berbahaya dan membuat komponen lain ikut rusak.
3. Kebocoran Freon
Freon yang bocor biasanya mengeluarkan aroma kimia yang cukup tajam. Selain menimbulkan bau, kebocoran freon berisiko membahayakan kesehatan.
4. Hewan Mati di Dalam Unit AC
Kadang hewan kecil seperti cicak, tikus, atau serangga masuk ke dalam unit AC dan mati. Bangkai yang membusuk menimbulkan bau busuk yang menyebar saat AC dinyalakan.
5. AC Jarang Dipakai
AC yang jarang digunakan menyebabkan kelembapan terjebak di dalam unit. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri tumbuh, sehingga mengeluarkan bau apek.
ADVERTISEMENT
Cara Mengatasi AC Bau Apek
Berikut beberapa cara mengatasi AC bau apek menurut informasi dari buku Juni Handoko (2008) yang berjudul Panduan Menjadi Teknisi; Merawat & Memperbaiki AC:
1. Bersihkan Filter AC
Langkah pertama untuk menghilangkan bau apek pada AC adalah dengan membersihkan filter. Kamu bisa mencucinya dengan air mengalir atau menggantinya jika kondisinya sudah rusak.
Bersihkan filter setiap 1 bulan sekali. Serta gunakan filter sesuai standar pabrikan agar kualitas udara tetap baik.
2. Bersihkan Evaporator
Evaporator sering menjadi tempat berkembangnya jamur. Gunakan cairan pembersih khusus AC atau disinfektan untuk membersihkan bagian ini. Jika bau masih bertahan, lebih baik panggil teknisi untuk pembersihan total.
3. Ganti Filter Secara Berkala
Selain dibersihkan, filter juga perlu diganti secara rutin setiap 1–3 bulan. Manfaatnya, yakni mengurangi bau tidak sedap, memaksimalkan performa AC, serta menghindari risiko alergi dan iritasi pernapasan.
ADVERTISEMENT
4. Servis AC Secara Rutin
Servis berkala memastikan seluruh komponen bekerja optimal. Teknisi akan membersihkan motor dan kipas, mengecek kondisi evaporator, dan memperbaiki bagian yang rusak. Rutin servis sangat penting terutama untuk AC yang digunakan setiap hari.
5. Cek Komponen Kelistrikan
Jika mencium bau seperti terbakar, besar kemungkinan masalah ada pada komponen elektrik. Segera panggil teknisi agar kerusakan tidak semakin parah dan keamanan rumah tetap terjaga.
6. Gunakan Air Purifier
Air purifier membantu menyaring udara dan mengurangi bau dalam ruangan, terutama jika aroma apek masih tersisa setelah AC dibersihkan.
7. Pastikan Ventilasi Ruangan Baik
Pastikan AC mengambil udara dari area yang bebas bau. Hindari area dekat dapur, tempat merokok, dan ruangan dengan sirkulasi buruk. Ventilasi yang baik membantu udara tetap segar dan tidak lembap.
(SLT)

