7 Tips Membeli HP Bekas yang Penting Diketahui

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membeli ponsel atau handphone (HP) bekas bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih hemat. Sebab, pembeli bisa mendapatkan perangkat berkualitas tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.
Namun, membeli HP bekas juga memiliki risiko, jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Agar pengguna dapat membeli HP bekas yang bagus dan terhindar dari masalah, berikut tips yang perlu diperhatikan.
Tips Membeli HP Bekas
Perlu diingat, membeli HP bekas membutuhkan perhatian ekstra, mulai dari memeriksa fisik perangkat hingga memastikan semua fitur bekerja dengan baik.
Dengan memilih penjual tepercaya, memeriksa IMEI, dan menjalankan tes diagnostik, pembeli bisa mendapatkan HP bekas berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Pastikan juga bahwa perangkat sesuai dengan kebutuhan sebelum memutuskan untuk membeli. Berikut tips membeli HP bekas agar tidak salah beli.
1. Periksa Kondisi Fisik HP
Sebelum menyalakan HP, lakukan pemeriksaan visual terhadap perangkat. Pastikan layar tidak memiliki retakan atau goresan yang parah. Jika HP memiliki tombol fisik, uji apakah tombol tersebut berfungsi dengan baik. Periksa juga kamera, apakah ada kerusakan seperti retakan pada lensa.
Perhatikan sisi dan belakang HP untuk memastikan tidak ada penyok, goresan, atau kerusakan yang signifikan. Jika layar atau bagian lain terlihat pernah diperbaiki, pastikan hal ini diinformasikan oleh penjual.
2. Uji Fungsi Dasar
Nyalakan HP untuk memastikan perangkat dapat booting dengan normal. Periksa layar sentuh, apakah semua bagian merespons sentuhan dengan baik, dan uji semua tombol sekali lagi. Pastikan kamera bekerja dengan baik dan hasil fotonya sesuai ekspektasi.
Cobalah untuk memasukkan kartu SIM dan microSD. Lakukan tes panggilan telepon, kirim pesan, dan hubungkan HP ke Internet. Periksa juga apakah perangkat membaca microSD dengan baik dan dapat mengakses fail di dalamnya.
3. Pilih Penjual yang Tepercaya
Pilih penjual yang memiliki reputasi baik dan menawarkan garansi. Misalnya, beberapa retailer menyediakan garansi hingga beberapa bulan untuk produk bekas. Garansi ini penting untuk mengatasi jika ada masalah tak terduga setelah pembelian.
4. Periksa IMEI
Sebelum membeli, pastikan nomor IMEI HP tersebut tidak diblokir atau dilaporkan sebagai perangkat curian. Pembeli dapat mengecek IMEI dengan mengetikkan *#06# pada keypad beberapa jenis HP. Nomor IMEI ini digunakan untuk melacak status perangkat, jadi pastikan nomor ini aman.
Baca Juga: 6 HP Baterai 4000 mAh Murah, Ini Rekomendasinya
5. Jalankan Tes Diagnostik
Setelah memilih perangkat yang diinginkan, lakukan tes diagnostik sederhana untuk memastikan semua fitur berfungsi dengan baik. Uji fungsi berikut:
Lakukan panggilan dan pastikan terhubung dengan lancar.
Kirim pesan dan pastikan terkirim.
Periksa audio dengan memainkan musik atau video.
Sambungkan ke Internet dan buka halaman web.
Coba hotspot dan Wi-Fi untuk memastikan koneksi stabil.
Ambil foto dan periksa kualitasnya.
6. Cek Port dan Baterai
Pastikan port pengisian daya bersih, tidak ada pin yang hilang, dan perangkat dapat mengisi daya dengan baik. Periksa juga apakah baterai membengkak. Untuk memastikannya, pembeli bisa melihat di bagian belakang HP atau memeriksa persentase battery health-nya.
Selain itu, cek juga port jack headphone, dan speaker dengan memainkan lagu atau video. Pastikan tidak ada kerusakan yang mengindikasikan perbaikan sebelumnya tanpa pemberitahuan dari penjual.
7. Negosiasi Harga
Jika terdapat kekurangan kecil pada perangkat, gunakan ini sebagai poin untuk bernegosiasi. Misalnya, goresan atau penyok kecil dapat menjadi alasan untuk meminta potongan harga. Jika HP memiliki cacat yang lebih serius, pertimbangkan apakah harganya sebanding dengan kondisi tersebut.
(SLT)
