Konten dari Pengguna

8 Cara Mengatasi Unknown Source Error Response Code 403

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unknown source error response code 403 adalah pesan kesalahan yang muncul ketika server menolak permintaan akses dari sumber yang tidak dikenal atau tidak diizinkan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Unknown source error response code 403 adalah pesan kesalahan yang muncul ketika server menolak permintaan akses dari sumber yang tidak dikenal atau tidak diizinkan. Foto: Pexels.com

Ketika berurusan dengan pesan"403 Forbidden" yang menunjukkan "Unknown source error response code," penting bagi web developer dan administrator situs untuk mengetahui langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

"Unknown source error response code 403" adalah kesalahan yang terjadi ketika server web menolak akses ke sumber daya yang diminta oleh pengguna. Masalah ini menandakan bahwa server mengetahui permintaan tersebut, namun tidak mengizinkan pengguna untuk melihat konten yang diminta.

Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah ini, sehingga situs web dapat diakses oleh pengunjung. Simak panduan cara mengatasi "Unknown source error response code 403" berikut ini.

Cara Mengatasi Unknown Source Error Response Code 403

Cara mengatasi unknown source error response code 403 perlu dipahami agar situs web dapat diakses oleh pengunjung. Foto: Pexels.com

Dirangkum dari Plesk, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi error 403, baik di situs WordPress maupun jenis situs lainnya:

1. Periksa File .htaccess untuk Kerusakan

File .htaccess biasanya ada di root directory situs dan berfungsi untuk mengonfigurasi server situs web Apache. Untuk memeriksanya:

  • Buka File Manager di cPanel atau Plesk.

  • Cari file .htaccess di root directory situs. Jika tidak terlihat, aktifkan opsi 'Show Hidden Files (dotfiles)' di pengaturan.

  • Unduh dan backup file tersebut.

  • Hapus file .htaccess dari server.

  • Coba akses situs. Jika situs bisa diakses, berarti file .htaccess rusak.

  • Untuk membuat file .htaccess baru, masuk ke dashboard WordPress, pilih ‘Settings’, kemudian ‘Permalinks’, dan klik ‘Save Changes’ tanpa mengubah apa pun.

2. Atur Ulang Izin File dan Direktori

Izin file yang salah bisa menyebabkan error 403. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatur ulang izin file dan direktori:

  • Gunakan FTP client dan hubungkan ke situs.

  • Klik kanan pada ‘public_html’, pilih ‘File Attributes’.

  • Masukkan nilai izin ‘755’ untuk direktori, pilih ‘Apply to directories only’, kemudian klik ‘OK’.

  • Ulangi langkah tersebut untuk file, tetapi gunakan nilai ‘644’ dan pilih ‘Apply to files only’.

  • Coba akses situs untuk melihat apakah masalah sudah teratasi.

3. Nonaktifkan Plugin di WordPress

Jika error 403 disebabkan oleh plugin yang rusak atau tidak kompatibel, pengguna bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Gunakan FTP atau File Manager di hosting untuk mengakses folder ‘public_html -> wp-content’.

  • Ganti nama folder ‘plugins’ menjadi ‘plugins-disabled’ untuk menonaktifkan semua plugin.

  • Coba akses situs. Jika error hilang, masalahnya ada pada salah satu plugin.

  • Kembalikan nama folder menjadi ‘plugins’, kemudian nonaktifkan plugin satu per satu untuk menemukan yang bermasalah.

4. Upload Halaman Index

Nama halaman beranda situs harus berada dalam ‘index.php’ atau ‘index.html’. Jika tidak, ganti namanya atau unggah halaman indeks baru:

  • Gunakan FTP untuk mengunggah file index.php atau index.html ke direktori public_html.

  • Temukan file .htaccess dan tambahkan kode berikut: Redirect index.html /namahalaman.html

  • Gantilah ‘namahalaman.html’ dengan nama halaman yang dimiliki.

Baca Juga: Cara Memperbaiki Error DPC Watchdog Violation

5. Konfigurasi Ulang Kepemilikan File

Salah satu cara mengatasi unknown source error response code 403 adalah lakukan konfigurasi ulang kepemilikan file. Foto: Pexels.com

Jika menggunakan VPS atau hosting Linux, kepemilikan file yang tidak tepat bisa menyebabkan error 403. Untuk mengubah kepemilikan, berikut langkah-langkahnya:

  • Gunakan SSH untuk mengakses server.

  • Gunakan perintah ls -l [nama file] untuk memeriksa kepemilikan file.

  • Jika kepemilikan salah, gunakan perintah chown [owner][:group] [nama file] untuk mengubahnya.

6. Periksa A Record

Error 403 bisa disebabkan oleh domain yang menunjuk ke alamat IP yang salah. Untuk memeriksa masalah ini, pastikan domain mengarah ke alamat IP yang benar. Jika baru saja pindah hosting, perbarui nameserver domain agar menunjuk ke hosting baru.

7. Jalankan Pemindaian Malware

Dalam beberapa kondisi, malware adalah faktor yang dapat menyebabkan masalah Error 403. Berikut langkah-langkah untuk memeriksa dan membersihkan malware:

  • Gunakan plugin keamanan seperti Wordfence atau Sucuri untuk memindai situs.

  • Hapus atau pulihkan file yang terinfeksi sesuai instruksi plugin.

8. Kosongkan Cache

Cache dan cookie browser bisa menyebabkan error 403. Untuk membersihkannya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Di Google Chrome, klik ikon titik tiga di pojok kanan atas, pilih ‘Settings’.

  • Di bagian ‘Privacy and security’, klik ‘Clear browsing data’.

  • Pilih ‘Cookies and other site data’ dan ‘Cached images and files’, lalu klik ‘Clear data’.

  • Coba akses situs kembali.

(SAI)