Algoritma Pemrograman dapat Ditulis dalam Bentuk Apa?

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan mengenai algoritma pemrograman dapat ditulis dalam bentuk apa seringkali muncul ketika kamu belajar coding untuk pemula. Ada beberapa bentuk penyajian yang bisa kamu pakai ketika ingin menulis algoritma pemrograman.
Ketika orang menulis algoritma dalam sebuah pemrograman, artinya orang tersebut akan menuliskan solusi dari masalah yang akan mereka pecahkan dengan komputer.
Penulisan algoritma haruslah runtut agar komputer dapat menangkap maksud dan maknanya sebelum mengeksekusi coding yang kamu tulis. Maka dari itu, belajar bagaimana penyajian algoritma pemrograman cukup penting.
Maka dari itu, How To Tekno akan membagikan beberapa bentuk cara penyajian algoritma tersebut. Dalam menyusun suatu program, langkah pertama yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
Algoritma Pemrograman dapat Ditulis dalam Bentuk?
Mengutip dari buku berjudul Belajar Algoritma & Pemrograman yang ditulis oleh Edy Budiman M. T, algoritma pemrograman dapat ditulis dalam bentuk Deskriptif, Pseudo Code, dan Flowchart.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing-masing bentuk penyajian algoritma pemrograman:
1. Deskriptif
Penyajian algoritma pemrograman yang pertama adalah dalam bentuk deskriptif. Yaitu, algoritma akan ditulis dengan bahasa sehari-hari yang dipakai manusia, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Penulisan algoritma pemrograman dengan penyajian deskriptif adalah dengan bentuk kalimat. Misalnya: Algoritma Menentukan_bilangan_terbesar_dari_3_bilangan. Maka, algoritma pemrograman yang ditulis adalah:
Meminta input tiga bilangan dari user, misalnya 5, 6, dan 7.
Kemudian jika bilangan pertama lebih besar dari bilangan lainnya, maka bilangan pertama merupakan yang bilangan terbesar.
Namun, bila tidak artinya bilangan pertama bukan yang terbesar, kemungkinan bilangan yang terbesar adalah bilangan kedua atau ketiga.
Apabila bilangan kedua lebih besar daripada bilangan pertama dan ketiga, maka bilangan kedua adalah yang terbesar. Jika tidak, maka jawaban untuk bilangan terbesar adalah bilangan ketiga.
Selesai.
2. Pseudo Code
Pseudo Code adalah sebuah cara penyajian algoritma pemrograman yang menggunakan kode dengan instruksi dalam bahasa pemrograman atau komputer.
Seorang programmer yang menuliskan algoritma pemrograman dengan penyajian bentuk Pseudo Code, maka harus memikirkan sintaks apa yang sesuai dari bahasa pemrograman tersebut, misalnya menggunakan bahasa C atau Pascal.
Contoh penulisan algoritma pemrograman dengan penyajian Pseudo Code untuk kasus Algoritma Menentukan_terbesar_dari_3_bilangan:
Deklarasi:
a,b,c, terbesar : integer
Deskripsi:
Read(a,b,c)
If (a>b) and (a>c) then
Terbesar a
Else
If b>c then
Terbesar b
Else
Terbesar c
Endif
Endif
Write(terbesar)
3. Flowchart
Terakhir adalah bentuk penyajian algoritma pemrograman dengan Flowchart. Sesuai dengan bayanganmu, bentuk penyajian ini menggunakan diagram alir.
Kelemahan dari penyajian algoritma pemrograman dengan Flowchart adalah penyusunan yang sangat diatur dengan tata bahasa programmer-nya. Sehingga, terkadang pembaca sulit memahami.
Ada dua bentuk Flowchart dalam penyajian algoritma pemrograman, yaitu:
Flowchart Program, yaitu bagan alir yang membentuk sebuah bagan dengan gambar arus logika dari data yang akan kamu proses mulai awal hingga akhir.
Flowchart Sistem, yaitu bagan alir yang hanya menggambarkan arus data sebuah sistem.
Kesimpulannya, algoritma pemrograman dapat ditulis dalam bentuk Deskriptif, Pseudo Code, dan Flowchart.
(NSF)
