Apa itu Carousel Instagram? Ini Penjelasannya

How to tekno
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Format konten di Instagram terus berkembang seiring perubahan preferensi audiens dalam mengonsumsi informasi di media sosial. Carousel Instagram adalah salah satu format yang kini banyak digunakan brand maupun kreator karena mampu mendorong interaksi lebih tinggi.
Melalui format ini, audiens bisa menjelajahi beberapa foto atau video sekaligus. Simak penjelasannya berikut ini!
Apa itu Carousel Instagram?
Dikutip dari laman Sprout Social, carousel Instagram adalah post yang berisi hingga 20 foto atau video dalam satu unggahan.
Pengguna bisa melihat setiap konten dengan cara menggeser (swipe) slide secara berurutan. Dengan begitu, konten yang disajikan menjadi lebih detail untuk menarik perhatian audiens.
Carousel Instagram mendukung tiga rasio aspek, yaitu 1:1 untuk format persegi, 1,91:1 untuk format horizontal, dan 4:5 untuk format vertikal.
Resolusi yang direkomendasikan untuk gambar adalah 1080 × 1080 piksel, sedangkan video memiliki resolusi minimal 600 × 600 piksel dan maksimal 1080 × 1080 piksel.
Rasio aspek slide pertama menjadi acuan untuk seluruh slide berikutnya. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan rasio aspek yang sama pada setiap slide agar gambar atau video tidak terpotong saat carousel diunggah.
Cara Membuat Carousel Instagram
Proses pembuatan carousel Instagram cukup mudah dan bisa dilakukan langsung melalui aplikasi. Berikut langkah-langkahnya:
Klik tombol tambah (+) yang ada di bagian bawah layar.
Pilih opsi Post dari beberapa jenis konten yang tersedia.
Pilih foto atau video pertama, kemudian ketuk ikon multiple images untuk menambahkan slide lainnya.
Susun urutan foto atau video sesuai kebutuhan, lalu klik Next.
Edit konten dengan menambahkan filter, musik, atau teks overlay agar tampilan konsisten di setiap slide.
Tambahkan caption, hashtag, tag akun, maupun lokasi sesuai kebutuhan.
Klik Share untuk mengunggah carousel.
Ide Konten Carousel Instagram
Menurut laman Sprout Social, ada beberapa jenis konten yang cocok dikemas dalam format carousel Instagram, di antaranya:
Brand storytelling untuk membangun koneksi dengan audiens lewat cerita perjalanan brand.
Konten edukasi dan tutorial yang memecah informasi menjadi langkah-langkah yang mudah diikuti.
Product reveal atau peluncuran produk baru dari berbagai sudut pandang.
User-generated content untuk menampilkan pengalaman nyata pelanggan sebagai social proof.
Recap event yang merangkum momen penting dari sebuah acara.
Before-after untuk menampilkan proses transformasi secara visual.
Data dan infografis untuk menyajikan statistik yang mudah dipahami.
(FHK)
Baca juga: Ukuran Feed Instagram Terbaru 2026 untuk Foto, Video, dan Reels
