Apa Itu Internet of Things? Ini Definisi dan Cara Kerjanya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Internet of Things adalah salah satu teknologi yang kini diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, dari rumah tangga hingga industri. Lantas, apa itu Internet of Things?
Secara sederhana, Internet of Things, atau IoT, adalah teknologi yang memungkinkan berbagai perangkat fisik terhubung melalui Internet dan berkomunikasi satu sama lain. Dengan IoT, perangkat-perangkat ini dapat bertukar informasi, mengumpulkan data, hingga beroperasi secara otomatis, sehingga kehidupan lebih efisien dan praktis.
Apa Itu Internet of Things?
Mengutip buku Pengantar Teknologi Internet of Things (IoT) oleh Yudho Yudhanto dan Abdul Aziz, Internet of Things (IoT) adalah suatu konsep saat konektivitas Internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya.
Perangkat yang terhubung ini bisa berupa banyak hal, mulai dari barang elektronik di rumah seperti lampu, kulkas, hingga alat kesehatan seperti smartwatch, bahkan kendaraan dan sistem keamanan.
Dengan adanya IoT, perangkat bisa mengumpulkan dan berbagi data tanpa harus dioperasikan langsung oleh manusia dan akhirnya menciptakan sistem yang lebih efisien serta cerdas.
Secara keseluruhan, IoT membuat berbagai perangkat lebih cerdas dan mampu bekerja sesuai kebutuhan, sehingga dapat memberi kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 4 Manfaat 5G yang Akan Sangat Terasa di Hidup Manusia
Cara Kerja Internet of Things
Cara kerja IoT dimulai dengan perangkat atau sensor yang mengumpulkan data dari kondisi sekitar. Data ini bisa berupa berbagai informasi, seperti suhu, kelembapan, lokasi, atau bahkan detak jantung. Setelah data dikumpulkan, sensor mengirimnya melalui jaringan Internet ke platform IoT untuk diolah.
Misalnya, dalam sistem rumah pintar, data dari berbagai sensor dikumpulkan, dianalisis, dan kemudian digunakan untuk memberikan perintah ke perangkat lain—seperti menyalakan lampu saat mendeteksi gerakan atau menyalakan pendingin ruangan saat suhu ruangan terlalu tinggi.
Di platform IoT, data-data ini disaring, dianalisis, dan diterjemahkan menjadi perintah untuk perangkat terkait. Misalnya, jika suhu ruangan terdeteksi naik, sistem IoT bisa mengirim perintah untuk menyalakan AC.
Dengan alur seperti ini, IoT memungkinkan perangkat untuk bekerja secara otomatis dan responsif terhadap lingkungan atau kebutuhan pengguna.
Baca Juga: WiFi 6: Pengertian, Keunggulan, dan Cara Kerjanya
Contoh Penerapan Internet of Things
Dirangkum dari laman BuiltIn, berikut beberapa contoh nyata penerapan IoT yang makin populer di berbagai bidang:
Rumah Pintar (Smart Home): Lampu, AC, dan kunci pintu yang bisa dikontrol dari ponsel. Misalnya, lampu otomatis menyala saat ada gerakan atau AC yang menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis.
Kendaraan Terhubung (Connected Vehicles): Mobil yang dilengkapi GPS dan sensor untuk mendeteksi rute tercepat, menghindari kemacetan, atau melaporkan kondisi kendaraan secara langsung.
Jam Tangan Pintar (Smartwatch): Jam tangan yang bisa memantau kesehatan pengguna, seperti detak jantung, tingkat stres, atau pola tidur.
Sistem Keamanan Rumah: Kamera CCTV yang terhubung ke ponsel, sehingga pemilik bisa memantau rumah dari jarak jauh dan menerima notifikasi jika ada pergerakan yang mencurigakan.
Peralatan Kesehatan: Alat pacu jantung dan monitor tekanan darah yang bisa memantau kondisi pasien secara real-time dan mengirim data ke dokter.
Pertanian Pintar (Smart Agriculture): Sensor tanah dan cuaca yang memantau kondisi tanaman dan memberikan data untuk menentukan kebutuhan air atau nutrisi.
Industri dan Manufaktur: Mesin produksi yang dilengkapi sensor untuk melaporkan status operasional atau memprediksi kebutuhan perawatan sebelum terjadi kerusakan.
Smart City (Kota Pintar): Lampu jalan yang menyala otomatis saat ada kendaraan mendekat, atau sensor parkir yang memberi tahu ketersediaan tempat parkir.
(SAI)
