Apa itu Roaming Data? Ini Penjelasannya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Roaming data adalah fitur yang menghubungkan pengguna ke internet saat berada di luar jangkauan jaringan operator asal, misalnya ketika bepergian ke luar negeri. Fitur ini bekerja dengan menyambungkan perangkat ke jaringan seluler lokal di negara tujuan.
Biarpun memberikan kemudahan, roaming data sering kali dikenakan tarif yang jauh lebih mahal dibandingkan penggunaan data biasa. Menurut laman BreezeSim, biaya roaming data bisa mencapai lima hingga sepuluh kali lipat dari tarif normal untuk setiap megabita data yang digunakan.
Cara Kerja Roaming Data
Roaming data dapat berfungsi karena adanya kerja sama antara operator seluler asal pengguna dengan jaringan operator lokal di berbagai negara. Dikutip dari laman BetterRoaming, ada tiga tahapan utama dalam proses roaming data, yaitu:
Automatic Network Switch: Smartphone otomatis mendeteksi dan tersambung ke jaringan lokal yang bermitra dengan operator asal.
Data Use: Aktivitas daring, seperti membuka email, streaming video, dan navigasi, mulai mengonsumsi data pada jaringan asing tersebut.
Billing: Operator asal menerima laporan penggunaan data dari mitra jaringan lokal, kemudian menagihkan biaya tersebut kepada pengguna.
Kelebihan Penggunaan Roaming Data
Dikutip dari laman BreezeSim, berikut beberapa kelebihan dari roaming data:
Praktis Digunakan: Pengguna dapat langsung terhubung ke internet begitu tiba di negara tujuan dan tidak perlu mengganti kartu SIM lagi.
Tidak Perlu Perangkat Tambahan: Fitur roaming data sudah tersedia bawaan pada smartphone iPhone maupun Android.
Jaringan Lebih Luas: Kerja sama antar operator memudahkan tersambung ke berbagai jaringan lokal di banyak negara.
Nomor Tetap Sama: Karena kartu SIM asal tidak perlu dilepas, nomor telepon dan riwayat pesan masih bisa diakses seperti biasa.
Kekurangan Penggunaan Roaming Data
Meskipun praktis digunakan, ada beberapa kekurangan yang sebaiknya diperhatikan sebelum mengaktifkan roaming data selama berada di luar negeri. Mengutip laman BetterRoaming, kekurangan tersebut meliputi:
Biaya Tinggi: Tarif roaming dapat mencapai ratusan ribu rupiah hanya untuk satu megabita data.
Batasan Data: Sejumlah operator menerapkan batas pemakaian data roaming yang lebih kecil dibandingkan kuota reguler.
Jangkauan Tidak Stabil: Kualitas sinyal jaringan lokal terkadang tidak sebaik jaringan operator asal.
Biaya Tersembunyi: Update aplikasi otomatis dan notifikasi latar belakang dapat menghabiskan data tanpa disadari pengguna.
Cara Menghindari Biaya Roaming Data
Sejumlah langkah dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan data saat bepergian ke luar negeri, di antaranya:
Nonaktifkan Roaming Data: Mematikan fitur roaming membuat smartphone hanya dapat terhubung ke internet melalui Wi-Fi.
Aktifkan Mode Hemat Data: Sejumlah aplikasi seperti Netflix dan Spotify memiliki fitur khusus untuk mengurangi konsumsi data.
Manfaatkan Wi-Fi Publik: Hotel, kafe, dan bandara umumnya menyediakan akses Wi-Fi gratis.
Gunakan Kartu SIM Lokal: Kartu SIM prabayar khusus wisatawan memberikan tarif data sesuai harga lokal di negara tujuan.
Gunakan eSIM Perjalanan: eSIM bisa diunduh langsung ke smartphone, tidak perlu mengganti kartu fisik dan menghemat biaya hingga 80 persen dibandingkan roaming data konvensional.
(FHK)
Baca juga: Apa Itu Cache? Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
