Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Cloud Computing? Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cloud computing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cloud computing. Foto: Unsplash

Perkembangan teknologi digital terus berlangsung dan mendorong perubahan dalam berbagai aktivitas manusia. Kemudahan dalam mengakses data secara cepat dan fleksibel juga semakin dibutuhkan, baik untuk mendukung pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

Salah satu teknologi yang hadir untuk menunjang kebutuhan tersebut adalah cloud computing atau dalam bahasa Indonesia disebut komputasi awan. Lalu, apa yang dimaksud dengan cloud computing? Agar lebih jelas, simak pengertian dan jenis-jenisnya berikut.

Pengertian Cloud Computing

Ilustrasi apa yang dimaksud dengan cloud computing? Foto: Unsplash

Menyadur dari laman Splashtop, cloud computing merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna mengakses dan menyimpan data, aplikasi, serta sumber daya komputasi melalui internet tanpa bergantung pada server lokal atau perangkat pribadi.

Layanan ini menyediakan berbagai sumber daya, seperti server, penyimpanan, database, jaringan, perangkat lunak, dan analitik sesuai kebutuhan. Dikutip dari buku Cloud Computing karya Muhammad Riza Syahputra, dkk. (2026), berikut cara kerja cloud computing:

  • On-Demand Self-Service: Pengguna dapat menyediakan dan mengelola sumber daya komputasi secara mandiri sesuai kebutuhan tanpa harus berinteraksi langsung dengan penyedia layanan.

  • Broad Network Access: Layanan cloud dapat diakses melalui internet menggunakan berbagai perangkat, seperti komputer, laptop, tablet, dan smartphone.

  • Resource Pooling: Sumber daya komputasi digunakan bersama oleh banyak pengguna melalui sistem multi-tenant. Data dan aplikasi setiap pengguna tetap terpisah untuk menjaga keamanan.

  • Rapid Elasticity: Pengguna dapat menambah atau mengurangi sumber daya komputasi dengan cepat sesuai perubahan kebutuhan dan beban kerja.

  • Measured Service: Penggunaan sumber daya cloud dipantau dan diukur secara otomatis. Biaya layanan kemudian disesuaikan dengan sumber daya yang digunakan.

  • Multi-Tenant Model (Model Multi-Penyewa): Satu platform cloud dapat digunakan oleh banyak pengguna secara bersamaan dengan tetap menjaga keamanan dan privasi masing-masing.

Jenis-jenis Cloud Computing

Ilustrasi jenis-jenis cloud computing. Foto: Unsplash

Disadur dari buku Jaringan Komputer dan Perkembangannya karya Hari Aspriyono dan Agus Susanto (2024), berikut jenis-jenis cloud computing yang perlu diketahui:

1. Private Cloud

Layanan komputasi yang disediakan melalui jaringan privat atau lokal dan ditujukan untuk penggunaan satu organisasi.

2. Public Cloud

Layanan komputasi yang disediakan oleh pihak ketiga dan dapat diakses melalui internet.

3. Hybrid Cloud

Infrastruktur cloud computing yang menggabungkan private cloud dan public cloud. Model ini memungkinkan organisasi memindahkan beban kerja antara kedua jenis cloud sesuai kebutuhan komputasi dan biaya.

Dengan begitu, kapasitas dapat ditingkatkan melalui public cloud ketika permintaan meningkat tanpa memberikan akses data kepada pihak ketiga.

4. Infrastructure as a Service (IaaS)

Layanan cloud computing yang menyediakan server, penyimpanan, dan jaringan secara virtual. Penyedia layanan mengelola infrastrukturnya, sementara pengguna tetap memiliki kendali atas penyimpanan, sistem operasi, dan aplikasi yang digunakan.

5. Platform as a Service (PaaS)

Layanan cloud computing yang menyediakan lingkungan untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi tanpa perlu membangun atau mengelola infrastrukturnya sendiri. Pengguna dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk membuat aplikasi berbasis cloud.

6. Software as a Service (SaaS)

Layanan yang memungkinkan pengguna mengakses perangkat lunak melalui cloud tanpa perlu menginstalnya di perangkat. Aplikasi dikelola oleh penyedia layanan dan dapat digunakan melalui web atau API, termasuk pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak, serta keamanannya.

Baca juga: Mengenal Aspek yang Merupakan Ciri dari Cloud Computing

(RK)