Apakah Email Bisa di Unsend? Ini Penjelasan dan Batas Waktunya

How to tekno
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan kecil saat mengirim email, seperti salah alamat penerima atau lampiran yang tertinggal, sering disadari setelah tombol kirim ditekan. Ini menyebabkan banyak pengguna mencari cara menarik kembali email yang sudah terkirim.
Lantas, apakah email bisa di unsend? Pada dasarnya email bisa dibatalkan, tetapi hanya dalam rentang waktu yang sangat singkat setelah dikirim. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apakah Email Bisa di Unsend dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Mengutip laman Shipmail, fitur Undo Send bekerja dengan menahan email selama beberapa detik sebelum dikirim dari akun pengirim. Setelah jeda berakhir, email akan diteruskan ke server penerima dan tidak lagi dapat ditarik melalui fitur tersebut. Durasi penundaan dan cara mengaturnya berbeda-beda pada setiap layanan email, yakni:
Gmail: Jeda pengiriman tersedia selama 5 detik secara bawaan dan dapat diubah menjadi 10, 20, atau 30 detik melalui menu Settings, See all settings, lalu Undo Send.
Outlook: Jeda pengiriman dapat diatur hingga 30 detik pada Outlook.com dan versi web, sedangkan New Outlook untuk Windows mendukung jeda hingga 10 detik menurut Shipmail.
Apple Mail: Jeda pengiriman berlangsung selama 10 detik secara bawaan di iPhone, iPad, dan Mac. Durasi tersebut dapat diubah atau dinonaktifkan.
Proton Mail: Jeda pengiriman ditetapkan selama 10 detik secara bawaan, dengan pilihan durasi 0, 5, 10, atau 20 detik. Pengaturannya tersinkronisasi di semua perangkat.
Langkah yang Dilakukan Jika Jeda Sudah Habis
Menghapus email dari folder Sent hanya menghilangkan salinannya dari akun pengirim, sedangkan email yang diterima orang lain tetap tersimpan di kotak masuk mereka. Hal ini juga berlaku apabila pesan tersebut sudah diteruskan ke penerima lain.
Jika terlanjur mengirim email yang salah, berikut langkah untuk meminimalkan dampaknya:
Salah Ketik atau Informasi Keliru: Kirim email lanjutan berisi koreksi singkat. Cantumkan poin koreksi pada subjek agar penerima mudah mengenali perubahan informasi.
Salah Penerima: Hubungi penerima, jelaskan kekeliruan yang terjadi, lalu minta agar email dihapus dan tidak diteruskan kepada pihak lain.
Data Sensitif: Segera ganti kata sandi yang terlanjur terkirim, cabut akses pada link dokumen yang dibagikan, atau ikuti prosedur pelaporan insiden data sesuai kebijakan perusahaan.
Sementara untuk email penting, seperti penawaran harga, tawaran kerja, atau balasan kepada pelanggan yang sedang kesal, sebaiknya gunakan fitur Schedule Send untuk menjadwalkan pengiriman beberapa jam kemudian. Jeda ini memberi waktu untuk membaca ulang dan memperbaiki isi pesan sebelum email terkirim.
(FHK)
Baca juga: Cara Masuk Akun FB yang Lupa Kata Sandi dan Nomor Tidak Aktif
