Konten dari Pengguna

Apakah TV Digital Perlu Antena? Ini Jawabannya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi antena. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi antena. Foto: pexels

Sejak Agustus tahun lalu, seluruh siaran TV di Indonesia sudah beralih ke siaran TV digital. Untuk tetap dapat menonton siaran ini, penonton harus memiliki TV digital atau TV analog dengan tambahan alat yang disebut set top box (STB). Pertanyaannya apakah antena tetap dibutuhkan?

Menurut buku Digital Television: An Overview (2002:1), TV digital diartikan sebagai transmisi sinyal televisi yang menggunakan pengkodean digital. Pada perkembangannya, teknologi ini dianggap sebagai kemajuan yang sangat inovatif sekaligus bentuk dari evolusi signifikan pertama dalam teknologi televisi setelah inovasi televisi berwarna di tahun 1950-an.

Antena sendiri dikenal sebagai alat yang lekat dengan teknologi TV analog. Lalu apakah TV digital tetap memerlukan antena? Berikut jawabannya.

Apakah TV Digital Perlu Antena?

Ilustrasi TV digital. Foto: pixabay

Seperti yang sudah diketahui, terdapat dua cara untuk menikmati siaran TV digital, yakni dengan beralih ke TV digital atau tetap menggunakan TV analog dengan perangkat tambahan terpisah yakni STB.

Dikutip dari laman resmi DVB, TV digital mempunyai standardisasi DVB-T2 atau Digital Video Broadcasting – Second Generation Terrestrial. DVB-T2 ini dikenal sebagai teknologi yang dapat menyalurkan sinyal audio-visual dengan sangat baik ke perangkat tetap, portabel, hingga seluler.

STB yang digunakan pada TV analog juga harus memiliki standardisasi DVB-T2 ini.

Sementara antena, memiliki fungsi yang berbeda dan tak bisa digantikan oleh DVB-T2. Pada dasarnya, antena digunakan untuk menangkap sinyal frekuensi radio yang dipancarkan oleh stasiun televisi. Dengan demikian, antena tetap dibutuhkan untuk tv digital.

Antena yang digunakan masih sama dengan yang digunakan pada TV analog. Antena tersebut merupakan antena Ultra High Frequency (UHF) yang dapat menerima sinyal digital, baik secara indoor atau outdoor.

Baca juga: Cara Mencari Siaran DVB-T2 Melalui Berbagai Metode Praktis

Cara Menonton TV Digital Menggunakan TV Analog dan STB

Ilustrasi TV digital. Foto: pexels

Pemasangan antara antena, STB dan TV analog haruslah benar agar Anda dapat menonton siaran TV digital. Simak caranya di bawah ini

  1. Matikan TV analog terlebih dahulu

  2. Cabut kabel antena dari TV analog, sambungkan kabel tersebut ke port “ANT IN” pada punggung STB

  3. Sambungkan kabel HDMI dari STB ke TV analog

  4. Jika TV analog masih belum mendukung koneksi HDMI, gunakan kabel AV yang memiliki tiga kepala berwarna merah, kuning, dan putih

  5. Setelah menyambungkan ketiganya, sambungkan STB dengan daya

  6. Nyalakan STB dan TV analog

  7. Buka menu “Pengaturan” pada TV analog, pilih mode output AV atau HDMI seusai dengan kabel yang digunakan

  8. Akan muncul menu “Pengaturan” untuk STB, pilih opsi “Pencarian Saluran”

  9. Lalu, tekan “Pencarian Otomatis”. STB dengan sendirinya akan mencari sinyal siaran TV digital

(DSY)