Konten dari Pengguna

Auto Correct: Simak Pengertian dan Sejarah Awalnya di Sini

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggunakan fitur auto correct. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan fitur auto correct. Foto: Unsplash.com

Istilah auto correct pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Auto correct lekat dengan aktivitas mengetik, baik di komputer, laptop, ataupun ponsel. Biasanya, berhubungan dengan tulisan yang typo atau salah ketik.

Namun, pernahkah kamu bertanya dari mana auto correct berasal dan bagaimana asal usulnya? Lewat artikel ini, How To Tekno akan membahas tentang auto correct. Jadi, simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkapnya, ya!

Arti Auto Correct

Ilustrasi menggunakan fitur auto correct. Foto: Unsplash.com

Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, auto correct artinya adalah koreksi otomatis. Menurut kamus Merriam-Webster, auto correct artinya adalah fitur komputer yang mencoba mengoreksi ejaan kata saat pengguna mengetiknya.

Dikutip dari Computer Hope, auto correct dapat didefinisikan sebagai fitur pada perangkat lunak pengolah kata, seperti Microsoft Word yang berfungsi mengoreksi kesalahan ejaan dan ketik.

Contohnya, ketika kamu mengetik "tulisan saya tidak bnar", maka program fitur auto correct akan mengoreksi secara otomatis menjadi "Tulisan saya tidak benar".

Seperti contoh di atas, auto correct tak hanya memperbaiki kesalahan ejaan, tapi juga memperbaiki aturan kapitalisasi huruf pertama pada kalimat.

Selain itu, auto correct juga hadir di ponsel, sehingga ketika bertukar pesan dan terjadi salah ketik, fitur itu akan langsung memperbaikinya agar penerima lebih mudah untuk memahami isi pesan.

Sejarah Awal Auto Correct

Ilustrasi menggunakan fitur auto correct. Foto: Shutterstock.com

Dirangkum dari The Fact Site, auto correct juga memiliki sejarah tersendiri. Penemu fitur ini bernama Dean Hachamovitch yang merupakan pegawai Microsoft di departemen Word.

Melalui konsep yang sudah ada di Word, yaitu glosarium, Hachamovitch mulai merancang fitur auto correct. Pada saat itu, ia memasukkan sedikit kode yang dirancang untuk mengoreksi tulisan "teh" agar menjadi "the" dengan menekan panah kiri dan F3.

Ketika dinilai kurang efektif, Hachamovitch kemudian mengubah dengan menekan bilah spasi. Ia pun menyadari bahwa tombol spasi di keyboard adalah kunci yang digunakan untuk memisahkan kata agar dapat digunakan untuk memunculkan fitur auto correct.

Saat itu pula, ia menemuka beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan pengguna Word, seperti "seperate" yang seharusnya "separate".

Selain itu, ia juga menambahkan agar huruf besar kecil terdeteksi fitur auto correct di Word. Selanjutnya, fitur ini berkembang hingga sekarang dan bahkan dapat mendeteksi banyak bahasa.

Auto Correct Mempermudah Pekerjaan Manusia

Ilustrasi menggunakan fitur auto correct. Foto: DimaBerlin/Shutterstock

Auto correct tidak hanya hadir di Microsoft Word atau produk-produk Microsoft. Kini, kamu bisa menjumpai fitur tersebut di mesin pencari Google, di ponsel, dan program lainnya yang berkaitan dengan pengetikan.

Hadirnya auto correct mempermudah pekerjaan mengoreksi tulisan dan mempercepat mengirim pesan karena fitur tersebut akan segera mengoreksi tanpa menunggu pengguna sadar bahwa ada yang salah dengan tulisannya.

Sekian informasi mengenai fitur auto correct, mulai dari pengertian dan sejarah awal munculnya koreksi otomatis. Semoga artikel ini bermanfaat!

(NSF)

Frequently Asked Question Section

Siapa penemu auto correct?

chevron-down

Penemu fitur auto correct bernama Dean Hachamovitch yang merupakan pegawai Microsoft di departemen Word.

Apa fungsi fitur auto correct?

chevron-down

Auto correct tidak hanya memperbaiki kesalahan ejaan, tetapi juga memperbaiki aturan kapitalisasi huruf pertama pada kalimat.

Apakah fitur auto correct bermanfaat?

chevron-down

Auto correct ini mempermudah mengoreksi tulisan dan mempercepat mengirim pesan karena fitur tersebut akan segera mengoreksi tanpa menunggu pengguna sadar bahwa ada yang salah dengan tulisannya.