Bahasa Pemrograman C++: Sejarah dan Komponennya

How to tekno
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa pemrograman C++ sangat populer dalam pengembangan teknologi. Bahkan, bahasa pemrograman ini digunakan oleh para pengembang teknologi, seperti Microsoft, Intel, dan lain sebagainya.
Hal itu dikarenakan bahasa pemrograman C++ adalah sistem yang sangat fleksibel dan mudah dipahami. C++ memungkinkan para pengembang untuk membuat software dengan kecepatan maksimal dan kebutuhan memori seminimal mungkin.
Saat menggunakan struktur bahasa pemrograman C++, kamu bisa membuat aplikasi game, aplikasi ilmiah, driver perangkat, dan lainnya.
Sejarah Bahasa Pemrograman C dan C++
Pencetus bahasa pemrograman C++ adalah Bjarne Stroustrup yang diperkenalkan pada 1980-an. C++ merupakan perkembangan dari bahasa pemrograman C.
Stroustrup membuat C++ secara efisien dengan sistem yang bisa dijalankan pada pemrograman tingkat rendah.
Perbedaan antara bahasa pemrograman C++ dan C terdapat pada konsep-konsep barunya, seperti class. Kemudian, ada beberapa sifat C++, yaitu inherientance dan overloading.
Perbedaan lainnya adalah konsep C++ mendukung konsep dari object oriented programming (OOP) dan C belum mendukungnya.
Contoh Program C++
Ketika membuat program dengan menggunakan bahasa pemrograman C++, kamu harus mengenal beberapa komponennya terlebih dahulu.
Mengutip dari Modul Pengenalan Bahasa C++, Algoritma Pemrograman, Integrated Development Equipment (IDE) Visual C++ dan, Dasar-dasar Bahasa C++, berikut adalah komponen bahasa pemrograman C++:
1. File Header
File Header menunjukkan suatu deklarasi dari banyak fungsi yang dibutuhkan pada program yang sedang dibuat, baik itu sebagai standar input atau output.
File Header ini sangat penting agar pemrograman C++ dapat digunakan secara baik dan benar.
Contoh dari File Header adalah iostream, stdio.h, windows.h, dan math.h
2. Fungsi Utama
Setiap program yang ditulis dengan bahasa pemrograman C++ harus mendeklarasikan fungsi utama, seperti main(), system(), dan sqrt().
Fungsi utama tersebut dipanggil pertama kali ketika program dieksekusi.
3. Identifier/Pengenal
Identifier ini berfungsi dalam pengenalan variable, konstanta, fungsi, dan tipe data. Penulisan identifier pada bahasa pemrograman C++ memiliki aturannya sendiri, yaitu:
Tidak boleh ada spasi
Tidak boleh memulai dengan karakter yang bukan huruf
Tidak boleh menggunakan karakter-karakter ~ ! @ # $ % ^ & * ( ) + ` - = { } [ ] : " ; ' < > ? , . / |
Tidak boleh menggunakan reserved words pemrograman C++ atau pemrograman C
Reserved word di sini maksudnya adalah kumpulan dari kata yang telah memiliki definisi tersendiri pada bahasa pemrograman C++ atau bahasa C.
4. Tipe Data
Tipe data merupakan jenis nilai yang bisa ditampung oleh suatu variabel. Contoh tipe data bahasa pemrograman C++ adalah float, char, dan int.
5. Deklarasi Variabel
Deklarasi variabel bertujuan untuk memperkenalkan variabel pada program yang dibuat, lalu menentukan tipe datanya.
Variabel adalah suatu wadah konstanta-konsta yang nilai atau datanya berubah-ubah selama program berlangsung.
Contoh penulisan varibel pada bahasa pemrograman C plus plus adalah int jumlah; float harga_satuan, variabel1; char saya, kamu.
6. Assigment
Assigment ditujukan untuk memberikan nilai pada variabel yang sudah dideklarasikan.
7. Konstanta
Konstanta merupakan identifier suatu nilai yang tidak bisa diubah selama program dijalankan.
Contoh penulisan konstanta pada bahasa pemrograman C plus plus, yakni const tipe_data nama_konstanta = value; const int mhs = 20.
8. Komentar
Komponen bahasa pemrograman C++ yang terakhir adalah komentar. Komentar berfungsi untuk memberikan penjelasan mengenai program tersebut. Komentar tidak akan ditampilkan saat program dijalankan.
Itulah penjelasan mengenai bahasa pemrograman C++ yang meliputi sejarah C++ dan berbagai komponen di dalamnya.
(NSF)
