Belajar di Era Digital: Peluang, Tantangan, dan Strategi yang Efektif

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi telah mengubah metode pembelajaran secara drastis. Jika dulu proses belajar kerap dilakukan di ruang kelas dengan buku cetak, kini siapa saja bisa mengakses materi pembelajaran hanya melalui gadget yang terhubung internet.
Menurut Universitas PGRI Yogyakarta, belajar di era digital memberikan banyak kemudahan karena pelajar dapat mengakses materi melalui video, artikel, dan platform pembelajaran online kapan saja.
Selain itu, UNESCO mencatat lebih dari 300 juta pelajar di seluruh dunia kini menggunakan setidaknya satu platform kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mereka. Simak uraian berikut untuk mengetahui peran teknologi dalam dunia pendidikan masa kini.
Peluang dan Tantangan Belajar di Era Digital
Dr. Hasyim Mahmud Wantu, S.Ag., M.Pd.I., dkk menerangkan dalam buku Transformasi Pendidikan Indonesia : Peluang dan Tantangan di Era Digital, perubahan gaya belajar di era digital membawa peluang maupun tantangan tersendiri, baik bagi pelajar maupun pengajar. Berikut rinciannya.
Peluang
Akses informasi tanpa batas geografis.
Belajar sesuai kecepatan masing-masing.
Format materi beragam, mulai dari video, podcast, AR/VR.
Ribuan kursus berkualitas tersedia gratis.
Kolaborasi lintas negara dan budaya.
AI bantu personalisasi jalur belajar.
Tantangan
Kesenjangan akses internet di daerah.
Gangguan konten hiburan digital.
Rendahnya kemampuan belajar mandiri.
Validitas konten digital sulit diverifikasi.
Risiko ketergantungan berlebihan pada AI.
Kurikulum sekolah belum sepenuhnya adaptif.
Strategi Efektif Belajar di Era Digital
Sebagaimana direkomendasikan oleh Lalu Suhirman, dkk dalam buku Metode Pendekatan dan Strategi Pembelajaran Era Digital, berikut langkah-langkah konkret agar proses belajar di era digital berjalan lebih efektif dan tidak kontraproduktif.
1. Bangun jadwal belajar yang terstruktur
Salah satu tantangan terbesar belajar digital adalah kurangnya disiplin diri. Tetapkan waktu belajar yang konsisten setiap harinya dan perlakukan sesi belajar online sama seriusnya dengan kelas tatap muka.
2. Verifikasi sumber sebelum dipercaya
Banyaknya konten digital yang beredar menimbulkan tantangan dalam memastikan akurasi dan relevansinya. Biasakan untuk mengecek ulang informasi dari minimal dua sumber yang berbeda dan terpercaya sebelum menjadikannya referensi.
3. Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti berpikir
Tetap latih diri mengerjakan soal dan menyusun argumen tanpa bantuan AI secara berkala. Ini penting untuk memastikan pemahaman yang dibangun benar-benar tertanam, bukan hanya dipinjamkan oleh teknologi.
4. Kombinasikan belajar online dan offline
Pembelajaran hibrida yang menggabungkan sesi digital dengan interaksi langsung terbukti memberikan hasil lebih optimal dibandingkan mengandalkan salah satu metode saja. Model ini juga membantu menjaga motivasi yang kerap menurun dalam sesi belajar mandiri murni.
5. Pilih platform yang sesuai dengan tujuan belajar
Pelajar yang mampu mengombinasikan materi sekolah dengan pendalaman mandiri secara online akan memiliki fondasi yang jauh lebih kuat, baik untuk menghadapi ujian nasional maupun seleksi perguruan tinggi dan dunia kerja.
Baca juga: 8 Kalkulator Scientific Terbaik di 2026, Harga Mulai dari 60 Ribuan
(NDA)
