Konten dari Pengguna

Blackbox Testing: Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi blackbox testing. Foto: Sora Shimazaki/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi blackbox testing. Foto: Sora Shimazaki/Pexels

Bagi awam, blackbox testing mungkin disebut sebagai pengujian pada kotak hitam pesawat. Namun, sebenarnya yang dimaksud blackbox testing adalah pengujian pada perangkat lunak yang akan diluncurkan.

Pengujian blackbox testing penting dilakukan para pengembang untuk mengetahui apakah aplikasi yang dirancang sudah sesuai rencana atau belum. Jenisnya blackbox testing pun ada banyak sesuai dengan kebutuhan.

Pada artikel ini, How To Tekno akan membagikan informasi tentang blackbox testing, mulai dari pengertian, jenis-jenis, kelebihan, dan kekurangannya.

Definisi Blackbox Testing

Ilustrasi blackbox testing. Foto: unsplash.com/@campaign_creators

Merangkum dari laman Guru99, pengertian dari blackbox testing adalah sebuah pengujian atau testing yang berfokus pada perangkat lunak untuk mengetahui fungsionalitasnya.

Sebelum diuji, aplikasi belum menunjukkan detail implementasi, struktur kode internal, dan jalur internal. Namun, setelah pengujian, hasil blcakbox testing akan memberikan informasi yang berfokus pada input dan output.

Selain itu, hasil pengujian dengan blackbox testing akan memberikan gambaran spesifikasi dari aplikasi, evaluasi subsistem yang relevan, seperti UI/UX, basis data, server web, dan lainnya.

Jenis-jenis Blackbox Testing

Ilustrasi blackbox testing. Foto: Unsplash

Sebenarnya, jenis-jenis blackbox testing ada banyak. Dikutip dari Imperva, secara umum ada tiga jenis blackbox testing. Berikut ini penjelasan secara lengkapnya:

1. Pengujian Fungsionalitas

Pengujian fungsionalitas pada blackbox testing ini berkaitan dengan persyaratan perangkat lunak pada sebuah sistem.

2. Pengujian Non Fungsionalitas

Selanjutnya ada pengujian non-fungsionalitas yang merupakan kebalikan dari pengujian fungsionalitas. Pada pengujian jenis ini bisa diketahui kinerja, kegunaan, dan skalabilitas dari perangkat lunak.

3. Pengujian Regresi

Terakhir ada pengujian regresi yang dilakukan usai kode eror yang ditemukan sudah diperbaiki. Pengujian ini untuk meningkatkan dan memelihara sistem serta membuat kode baru yang tak akan memengaruhi kode yang sudah ada.

Kelebihan dan Kekurangan Blackbox Testing

Ilustrasi blackbox testing. Foto: Fauxels/Pexels

Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan blackbox testing pada perangkat lunak yang akan diluncurkan. Namun, tentunya setiap pengujian juga memiliki keterbatasan.

Di bawah ini akan dijabarkan kelebihan dan kekurangan ketika seseorang memutuskan untuk melakukan blackbox testing pada perangkat lunak yang barus saja dirancang.

Kelebihan

  • Pengujian mudah dilakukan karena tidak memerlukan pengetahuan teknis, pemograman, dan keterampilan IT.

  • Penguji tidak harus mengetahui detail implementasi perangkat lunak.

  • Pengujian bisa dilakukan penguji yang tidak ikut merancang perangkat lunak.

  • Pengujian sederhana dan tidak kompleks karena hanya memodelkan perilaku pengguna perangkat lunak secara umum.

Kekurangan

  • Apabila pengujian gagal untuk mencari masalahnya akan sulit.

  • Karena yang menguji tidak memiliki pengetahuan teknis, kemungkinan kesalahan yang muncul bisa terlewat.

  • Pengujian harus cepat dilakukan, sehingga kemungkinan kurang teliti besar.

Sekian penjelasan mengenai blackbox testing yang bisa kamu lakukan ketika baru saja merancang perangkat lunak. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

(NSF)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan pengujian fungsionalitas blackbox testing?
chevron-down

Pengujian fungsionalitas pada blackbox testing berkaitan dengan persyaratan perangkat lunak pada sebuah sistem.

Apa yang diuji pada non fungsionalitas blackbox testing?
chevron-down

Pada pengujian fungsionalitas blackbox testing kamu bisa mengetahui kinerja, kegunaan, dan skalabilitas dari perangkat lunak.

Kemampuan apa yang harus dimiliki untuk melakukan blackbox testing?
chevron-down

Penguji tidak perlu memiliki pengetahuan teknis, pemograman, dan keterampilan IT. Namun, kemungkinan kesalahan yang muncul bisa terlewat.