Bootstrap adalah: Pengertian dan Keuntungannya

How to tekno
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bootstrap adalah sebuah framework front-end yang sifatnya open-source untuk membuat pekerjaan pengembang website jadi lebih mudah dan cepat.
Lalu, bootstrap memiliki template desain yang berbasis CSS, seperti sistem grid, gambar, navigasi, dan tombol. Alat ini sangat penting bagi pengembang website front-end. Para programmer juga terbantu dalam membangun tampilan website.
Lalu, apa itu bootstrap dan fungsinya? How To Tekno akan memberikan penjelasannya di artikel ini.
Pengertian Bootstrap adalah
Menurut Husein Alatas (2013), bootstrap adalah framework yang digunakan untuk mendesain situs web secara responsif. Jadi, tampilan web yang dirancang menggunakan bootstrap dapat disesuaikan ukuran layer dan browser-nya.
Mengutip dari laman Binus University, penggunaan Bootstrap sangat menguntungkan para programmer, karena dapat menyesuaikan kebutuhan situs web, yaitu memilih fitur yang akan digunakan (JavaScript atau CSS).
CSS pada bootstrap berisi fitur form, tombol, navigasi, dan lainnya. Sedangkan pada JavaScript, dapat membantu membuat antarmuka yang stabil dan mudah.
Namun, penggunaan bootstrap masih harus digabungkan dengan penggunaan stylesheet. Hal itu dikarenakan beberapa class di dalamnya masih belum bisa memenuhi kebutuhan para programmer. Selain itu, supaya setiap website tidak memiliki kemiripan satu sama lain.
Keuntungan dan Fungsi Bootstrap adalah
Seperti yang sudah kita bahas, jika bootstrap sangat populer di kalangan programmer. Banyak pengembang website yang menggunakan alat ini.
Selain itu, ada berbagai keuntungan yang dimiliki bootstrap. Dikutip dari Career Foundry, keuntungan CSS bootstrap adalah:
1. Grid
Jika kita menggunakan bootstrap, maka tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat grid. Sebab, bootstrap memberikan sistem grid yang bisa langsung diisi dengan konten.
2. Gambar
Kamu bisa mengubah gambar secara otomatis berdasarkan ukuran layar dengan kode dari Bootstrap. Kamu hanya cukup menambahkan .img-responsive (misalnya: img-circle, img-rounded) ke gambar dan bootstrap akan mengubah ukuran gambar sesuai keinginanmu.
3. Komponen
Beberapa komponen di dalam bootstrap cukup banyak dan tentunya dapat memudahkan para pengembang untuk membangun situs web mereka.
Beberapa komponen yang ada di bootstrap adalah navigation bars, dropdowns, progress bars, dan thumbnails.
4. JavaScript
Bootstrap memberikan penawaran yang lebih mudah. Pengembang bisa menggunakan popups, transitions, image carousels, dan scrollspy. Semua plugin ini bisa membuat tampilan website menjadi lebih menarik.
5. Komunitas
Bootstrap memiliki komunitas yang cukup besar. Hal itu dapat membuat pengembang pemula lebih mudah untuk belajar. Bahkan, bootstrap memiliki akun Twitter dan Blog yang aktif.
6. Template Eksternal
Seiring dengan popularitasnya, orang-orang mulai membuat template berdasarkan bootstrap untuk mempercepat proses pengembangan website yang lebih jauh. Ada banyak situs yang menyediakan template khusus untuk bootstrap.
Itulah penjelasan mengenai Bootstrap yang banyak digunakan oleh para pengembang website.
(NSF)
