Cara Akses File Data Android 13 Menggunakan Fitur Developer

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengguna Android yang baru saja memutakhirkan sistem ke Android 13 mungkin mencari tahu cara akses file data Android 13 pada perangkat untuk membuka berkas penting. Sebab dari data tersebut dapat dipakai untuk berbagai tujuan pengembangan aplikasi.
Misalnya, mengatasi berbagai masalah, mengakses data aplikasi, dan melakukan tugas lanjutan. Data berkas tersebut dapat diakses dengan fitur Developer Option. Untuk mengetahui cara melakukannya, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Tentang File Data Android 13
Saat Android 11 dirilis, Google menambahkan Scoped Storage yang menghentikan File Manager mengakses folder data pada sistem Android. Selanjutnya, sistem Android 13 Google diperbaiki agar pengguna dapat kembali mengakses data Android tersebut.
Menurut laman android.com, pada sistem Android 13 file data tersedia di folder Data. Ini merupakan folder penting berisi informasi seperti pengaturan pengguna, preferensi, cache, dan lainnya.
Data tersebut dapat dipakai untuk menghapus data aplikasi, memperbaiki masalah atau mencadangkan data aplikasi. Karena itu, cara akses file data Android 13 penting diketahui pengguna yang sedang mengembangkan aplikasi.
Baca Juga: Cara Mengekstrak File ZIP di HP Android dengan Mudah
Cara Akses File Data Android 13
Mengutip laman trendblog.net, cara akses File Data Android 13 bisa dengan mengaktifkan opsi pengembang atau fitur Developer Option. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.
1. Aktifkan Fitur Developer Option
Pengguna perlu mengaktifkan fitur Developer Option terlebih dahulu untuk mengakses File Data. Caranya buka menu Setelan, pilih About Telepon, dan ketuk Build Number tujuh kali.
Setelah mode pengembangan aktif pengguna akan melihat tulisan ‘Anda Sekarang adalah seorang pengembang!’.
2. Aktifkan USB Debugging
Setelah mengaktifkan mode pengembang, aktifkan USB Debugging. Ini adalah langkah yang penting karena memungkinkan Android dapat berkomunikasi dengan sistem komputer.
Caranya masuk ke menu Pengaturan dan pilih opsi Pengembang kemudian aktifkan tombol USB Debugging pada daftar.
3. Hubungkan Ponsel Android ke Komputer
Setelah USB Debugging diaktifkan pengguna dapat menghubungkan perangkat Android ke komputer dengan Kabel USB.
4. Siapkan ADB di komputer
Selain mengaktifkan fitur ADB di ponsel, pengguna juga perlu menyiapkan alat baris perintah yang memungkinkan pengguna untuk berbicara dengan perangkat Android dari sistem komputer agar bisa masuk ke File Data.
Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menyiapkan ADB di sistem komputer.
Dapatkan file Zip ADB dari situs resmi pengembang Android laman https://developer.android.com/tools/adb?hl=id
Setelah selesai, isi File Zip dalam folder komputer pengguna.
Buka folder tempat untuk mengekstrak file ADB dengan cara menekan dan menahan tombol Shift keyboard. Setelah itu klik kanan pada ruang kosong di folder tersebut.
Pilih ‘Open Powershell Windows here’ dari menu yang muncul.
Pada jendela yang muncul masukkan perintah ‘adb devices’ untuk mengetahui apakah software terhubung dengan perangkat.
5. Aktifkan File Data
Setelah ADB siap, pengguna dapat mengakses berkas data Android 13 dengan mengikuti rincian berikut.
Buka kembali jendela PowerShell.
Masukkan perintah di kotak ‘ADB Shell’ untuk masuk ke Shell Android.
Masukkan perintah CD Data untuk masuk ke direktori data.
Untuk melihat daftar semua yang ada di direktori data ketikan perintah ‘Is’.
Pengguna dapat melihat daftar folder tempat data aplikasi disimpan.
Ketik perintah cdcom.example.app untuk membuka folder data.
Setelah itu perintah “com.example.app” harus diganti dengan nama paket aplikasi yang datanya ingin diakses.
Masukkan perintah ‘Is’ berikut untuk melihat apa yang ada di folder data aplikasi.
Selesai, pengguna sudah berhasil mengakses berkas ke folder data.
Pastikan untuk berhati-hati saat mengakses File Folder Data tersebut karena dapat mengubah, menghapus berkas, sehingga menyebabkan aplikas berhenti bekerja. Pengguna juga perlu mencadangkan data aplikasi sebelum melakukan perubahan.
(IPT)
