Cara Kerja Mikroskop dan Penggunaannya

How to tekno
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa orang ingin tahu cara kerja mikroskop yang biasa digunakan sebagai media pembelajaran Biologi di sekolah atau pun bangku kuliah. Fungsi mikroskop adalah melihat objek atau benda yang ukurannya sangat kecil.
Dengan begitu, manusia akan terbantu dengan alat ini untuk memecahkan masalah dari organisme yang ada di sekitar kita. Terdapat beberapa jenis mikroskop, tetapi yang biasa digunakan untuk media penelitian Biologi adalah jenis mikroskop cahaya dan menggunakan setidaknya dua lensa untuk menghasilkan gambar yang diperbesar.
Lantas, bagaimana cara kerja mikroskop agar dapat memperlihatkan benda dengan ukuran yang sangat kecil? Simak penjelasannya di bawah ini.
Cara Kerja Mikroskop Cahaya
Sebenarnya, terdapat dua jenis alat mikroskop berdasarkan objek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan untuk jenis mikroskop berdasarkan sumber cahaya, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Berikut ini adalah cara kerja jenis mikroskop cahaya yang dikutip dari laman Explain Stuff:
Saat mikroskop diletakkan di atas meja dengan aman, cahaya matahari dari ruangan (atau dari lampu yang terang) bersinar di bagian bawah.
Sinar cahaya mengenai cermin miring dan berubah arah, bergerak lurus ke atas menuju spesimen.
Kemudian, cermin itu berputar dan kamu bisa menyesuaikannya untuk menangkap lebih banyak cahaya serta mengubah kecerahan gambar yang kamu lihat.
Sinar cahaya melewati lubang di platform horizontal yang dapat disesuaikan juga.
Lubang tersebut bergerak naik dan turun saat kamu memutar roda ibu jari di sisi mikroskop. Saat memindahkan lensa lebih dekat atau lebih jauh dari objek yang diperiksa akan menyesuaikan fokus gambar yang dilihat.
Jika spesimen sudah diletakkan di slide kaca dengan kaca penutup slip, cahaya yang merambat dari cermin melewati kaca objek, spesimen, dan kaca penutup menuju lensa objektif (yang paling dekat dengan benda).
Kemudian, menyebarkan sinar cahaya dari spesimen sehingga tampak berasal dari objek yang lebih besar. Untuk mikroskop ini, terdapat dua lensa objektif dan okuler.
Roda ibu jari bisa memudahkan untuk mengayunkan lensa lain ke posisinya. Lensa okuler (yang paling dekat dengan mata) memperbesar bayangan dari lensa objektif, seperti kaca pembesar.
Saat menggerakkan lensa mata ke atas dan ke bawah dengan memutar roda agar bisa melihat objek dengan fokus, sehingga kamu bisa melihat ke bawah pada gambar objek yang diperbesar.
Mikroskop yang digunakan di rumah, sekolah, dan laboratorium profesional sains sebenarnya adalah mikroskop cahaya dan menggunakan setidaknya dua lensa untuk menghasilkan gambar yang diperbesar.
Kebanyakan mikroskop cahaya dapat memperbesar 10, 20, 40, atau 100 kali, meskipun mikroskop lainnya dapat memperbesar 1.000 kali atau lebih. Untuk pembesaran yang lebih tinggi dari ini, para ilmuwan umumnya menggunakan cara kerja mikroskop elektron.
Itulah penjelasan singkat mengenai cara kerja mikroskop yang biasa digunakan sebagai media pembelajaran atau pun penelitian di sekolah dan bangku kuliah.
(SAN)
