Konten dari Pengguna

Cara Kerja Router Wireless dan Jenis Konfigurasinya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi router wireless. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi router wireless. Foto: Pixabay.com

Cara kerja router wireless secara umum adalah menghubungkan jaringan Internet ke berbagai perangkat elektronik. Hal tersebut dikenal juga sebagai routing, yakni proses mengirim data, informasi, dan jaringan Internet ke berbagai perangkat elektronik.

Dengan adanya ruter wireless ini, kamu tak perlu lagi menghubungkan jaringan Internet menggunakan kabel. Sebab itu, ruter wireless sangat cocok digunakan pada satu atau lebih gedung perkantoran, kampus, atau mal guna mentransmisikan paket-paket data ke dalam access point yang sama.

Apa Itu Router Wireless?

Sebelum membahas cara kerja router wireless, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari ruter wireless.

Mengutip dari laman resmi Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, router wireless adalah suatu perangkat yang menjalankan fungsi ruter dan fungsi wireless access point.

Router wireless ini digunakan untuk menyediakan akses ke Internet atau jaringan komputer personal lainnya. Selain itu, ada juga jenis router wireless yang berfungsi dalam jaringan lokal komputer atau local area network (LAN) berkabel, jaringan lokal komputer nirkabel, dan juga campuran keduanya.

Lebih lanjut, router wireless ini juga berfungsi sebagai modem yang mendukung jaringan 4G-LTE tanpa konfigurasi. Perangkat ini juga mampu berbagi koneksi internet (Wifi) hingga 32 pengguna yang bergantung pada ketersediaan bandwith pada setiap ruter wireless tersebut.

Cara Kerja Router Wireless

Mengutip dari buku Tutorial Jaringan Handal dengan Mikrotik dan Cisco yang ditulis oleh Untung Suprihadi, berikut ini cara kerja router wireless secara umum:

  1. Membaca alamat protokol Internet (IP address source) dan untuk menentukan routing dari LAN ke LAN lain.

  2. Menyimpan routing table guna menentukan rute terbaik antara LAN ke WAN.

  3. Menjadi perangkat jaringan yang beroperasi di layar 3 OSI Layer. Ruter bisa berupa boks atau OS yang mengoperasikan daemon routing.

Jenis-jenis Konfigurasi Routing

Ilustrasi cara kerja router wireless. Foto: Pixabay.com

Mengutip dari jurnal Analisis Unjuk Kerja Perbandingan Protokol Routing, Routing Information Protocol (RIP), dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) oleh Adika Dwi A. P., berikut jenis-jenis konfigurasi routing pada router:

1. Static Routing

Static Routing adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Static route adalah rute-rute ke host atau jaringan tujuan yang dimasukkan secara manual oleh administrator jaringan ke route table suatu router.

Static route ini mendefinisikan alamat IP hop router berikutnya dan interface lokal yang digunakan untuk meneruskan paket ke tujuan tertentu.

2. Dynamic Routing

Dyanmic Routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi pintu masuk forwarding table secara manual.

Protokol routing mengatur berbagai ruter yang ada, sehingga dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Selain itu, memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table.

3. Protocol Routing

Protocol routing adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing dan akan membentuk sebuah tabel routing, sehingga transmisi paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas.

(FNS)